Kalimantan Timur
Pepes Ikan Peda di Balitbangda

Pepes Ikan Peda di Balitbangda (yuvita/humasprovkaltim)

SAMARINDA – Pelayanan kepada masyarakat Kalimantan Timur kian meningkat. Sebab, inovasi dalam pelayanan masyarakat antar perangkat daerah (PD) diadu ketat. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim menyelenggarakan Penjaringan Peserta Inovasi Kreativitas Pelayanan Perangkat Daerah (Pepes Ikan Peda). Perangkat Daerah di Kaltim pun masing-masing menyetorkan berbagai inovasi dalam pelayanannya kepada masyarakat. Perangkat Daerah yang masuk nominasi 10 besar kemudian mempresentasikan inovasinya masing-masing di Ruang Rapat Balitbangda Kaltim, Senin (18/11/2019).

Adapun Perangkat Daerah yang masuk 10 besar nominasi yaitu Biro Ekonomi dengan inovasi PIHPS Kaltim melalui Aplikasi Lamin Etam, Biro Hubungan Masyarakat dengan inovasi Brending Media Sosial, Badan Pendapatan Daerah dengan inovasi SIMFATOR, DKP3A dengan inovasi INFODUK, Dinas Perhubungan dengan inovasi monitoring lalu lintas terintegrasi melalui command centre atau monitor anti macet, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan inovasi pustaka lapas, Diskominfo dengan inovasi sistem integrasi daftar informasi publik, Dispora dengan inovasi pembentukan forum pemuda disabilitas kreatif, Dinas Perkebunan dengan inovasi SMS Bun Kaltim, RS Atma Husada Mahakam Samarinda dengan inovasi SILARAS.

"Inovasi tak harus berbau teknologi. Inovasi itu intinya adalah untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat," tutur  Koordinator Penyelenggara Goenoeng Djoko Hadi P. Dia menyebut, setelah 10 peserta presentasi, akan diambil enam besar.

Dia menguraikan, acara ini dalam rangka menindaklanjuti Surat Gubernur Kalimantan Timur Tanggal 30September 2019 Nomor: 070.II.I/5756/Balitbangda/2019 perihal PenjaringanPerangkat Daerah (PD) Berinovasi dalam Pelayanan Kepada Masyarakat. Ada 32 data inovasi yang diserahkan oleh Perangkat Daerah diProvinsi Kaltim. Ada lima juri penilai yaitu Abdu Samad dari TGUP3, Chairid Daha dari Biro Ortal, M Rustan dari LAN RI, DR Anton Rahmadi dari Unmul, dan Noviady Dwi Noorcahyodari Bapeda Kaltim. 

"Pelayanan masyarakat tidak harus selalu menggunakan gadget. Memperpendek sistem administrasi hingga ada perubahan layanan ke arah lebih baik juga inovasi," tutur Goenoeng.(yuv/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait