Peran Daerah Sangat Penting Menjaga Stabilitas Inflasi

 

SAMARINDA-Peran daerah sangat penting dalam menjaga stabilitas harga mengingat karakteristik inflasi di Tanah Air masih dipengaruhi oleh gejolak pasokan (suplay side shocks). Terjadinya inflasi daerah pada tingkat yang rendah dan stabil akan mendukung upaya pencapaian sasaran inflasi nasional.

Terkait  upaya pencapain sasaran inflasi nasional tersebut, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta kabupaten/kota yang belum membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar segera membentuk TPID. Pasalnya, tim tersebut sangat penting untuk melakukan monitoring terkait inflasi.  

"Terciptanya inflasi yang rendah dan stabil pada gilirannya akan meningkatkan daya saing dan dapat lebih menjamin kesinambungan pertumbuhan ekonomi.  Oleh karena itu, saya ingatkan agar kabupaten/kota secepatnya  membentuk TPID," tegas Awang Faroek Ishak pada Rakor Forkopinda di Lamin Etam, Selasa (26/7) lalu.   

Lanjut Gubernur, dalam pelaksanaan fungsinya, TPID memiliki tugas-tugas yaitu mengevaluasi sumber-sumber dan potensi tekanan inflasi serta dampaknya terhadap pencapaian terget infasi, kemudian merekomendasikan pilihan kebijakan yang mendukung pencapaian terget inflasi, melakukan pemantuan terhadap pelaksanaan kebijakan yang ditempuh dalam rangka pengendalian inflasi serta melakukan tugas-tugas lain sehubungan pemantauan  dan pengendalian inflasi. 

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Mawardi B.N Ritonga dalam laporannya  mengatakan di Kaltim baru ada lima kabupaten/kota yang sudah terbentuk TPID, yaitu Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan Berau. Sedangkan lima kabupaten/kota lainnya yaitu Kutai Timur (Kutim), Bontang, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar) belum terbentuk.

Dikatakan, berdasarkan hasil Rakonas  2015 lalu tentang TPID yang dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo, mengingatkan  agar seluruh  kabupaten/kota di Indonesia harus memiliki TPID yang memiliki tugas pokok adalah memonitoring  perkembangan dan gejolak harga, ketersediaan stok  serta memikirkan saluran distribusi agar semuanya mampu menggerakkan roda perekonomian.

Dijelaskan pula, setelah  terbentuknya TPID Provinsi Kaltim pada 2010 lalu, angka inflasi semakin terkoordinir. Angka inflasi semakin terkonsentrasi dan makin stabil.

Data tahun 2013  angka inflasi  mencapai 9,77 persen dan tahun 2014  menjadi 7,64 persen dan  2015  terun menjadi 5,11 persen. Dengan adanya TPID  angka infalasi Juni 2016 turun lagi menjadi 4,37 persen. Angka inflasi Kaltim tersebut sudah mencapai sasaran inflasi nasional 2016. Hal itu bisa dicapai karena TPID sudah melaksanakan tugas dan fungsinya  dengan baik. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait