Perbankan Ditawari Bangun Tol Samarinda-Bontang


 

SAMARINDA – Rencana pembangunan jalan tol jalur Samarinda – Bontang sudah mendapat lampu hijau Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pembangunan jalan ini merupakan kelanjutan jalur tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 99,2 kilometer yang mendapat dukungan pusat dan saat ini terus dikebut penyelesaiannya.

Bahkan pembangunan jalan tol ini rencananya hingga sampai ke KIPI Maloy Kutai Timur setelah melewati kawasan Sangatta dan Kaliorang serta Sangkulirang.

Karenanya, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mencoba menawarkan lembaga perbankan nasional untuk terlibat dalam pembangunan jalur tol dari Kota Tepian itu.

Tawaran itu disampaikan Gubernur Kaltim pada peresmian ATM Drive Thru Bersama di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (16/1).

“Saya tawarkan bank nasional untuk ikut membangun jalan tol Samarinda-Bontang. Jalan ini masuk proyek strategis nasional yang menghubungkan antar kabupaten dan kota setelah tol Balikpapan-Samarinda yang ditarget rampung akhir 2018,” kata Awang Faroek Ishak.

Pelibatan lembaga perbankan milik negara ini menurut gubernur sangat penting, terutama dalam pembiayaan bersama dengan pola PPP (publik private partnership) atau kolaborasi pembiayaan pembangunan pemerintah dan swasta.

Apalagi lanjutnya, sesuai aturan yang menyebutkan pembangunan proyek nasional tidak bisa dibiayai lembaga perbankan milik daerah seperti BPD Kaltim.

“Biarlah pembangunan jalan-jalan daerah saja dikerjakan BPD Kaltim atau lembaga perbankan lokal. Tetapi untuk jalan tol ini saya ajak perbankan nasional membiayainya,” ujar Awang Faroek.

Panjang jalan tol Samarinda-Bontang ini ditaksir sekitar 94 km. Jalur jalan Samarinda-Bontang saat ini adalah 122 km.  Jalan Tol Samarinda – Balikpapan terbagi dalam 4 Seksi, yakni Seksi I : Palaran – Bandara Samarinda Baru (BSB) sepanjang 23,5 km, Seksi 2 : BSB – Sambera sepanjang 24 km, Seksi 3 : Sambera – Marangkayu sepanjang 22,5 km dan Seksi 4 : Marangkayu – Bontang sepanjang 24 km. (yans/sul/es/humasprov

Berita Terkait