Percepat Konektivitas Intra dan Inter Kaltim
Hetifah:  Semoga Visi Kaltim 2030 Dapat Tercapai
 
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) berpengaruh dan memberikan dorongan terhadap koridor-koridor ekonomi yang ada untuk dikembangkan dengan mempersiapkan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur, yang salah satunya adalah transportasi.
Demikian diungkapkan Prof Dr Bambang Sugeng Subagyo dari Institut Teknologi Bandung (ITB) selaku pakar transportasi di Indonesia, saat menjadi pembicara pada pelaksanaan Kaltim Summit II-2013, di Balikpapan, Selasa (30/7).
Dalam upaya mewujudkan konektivitas intra Kalimantan sebagai Koridor Ekonomi III dalam MP3EI, Kaltim khususnya harus meningkatkan jalan akses lokal antara pusat-pusat pertumbuhan dengan fasilitas pendukung (pelabuhan dan energi) dan dengan wilayah belakangnya.
Selain itu, perlu juga meningkatkan dan membangun jalan/pelayaran lintas di Koridor Kalimantan. Meningkatkan dan membangun sarana dan prasarana perkeretaapian sebagai alat angkut komoditas. Merevitalisasi angkutan penyeberangan, pelabuhan lokal, serta optimalisasi pelayaran perintis. Meningkatkan pelayanan angkutan udara dan penerbangan perintis.
Sedangkan untuk mewujudkan konektivitas inter Koridor Ekonomi Kalimantan, diperlukan upaya memperlancar arus pengiriman barang dan jasa secara efisien dan efektif antar koridor ekonomi untuk daya saing regional dan global. Menurunkan biaya logistik dan ekonomi biaya tinggi untuk pengiriman barang dan jasa antar koridor ekonomi.
Selanjutnya, penetapan dan peningkatan kapasitas pelabuhan dan bandara utama sebagai pusat koleksi dan distribusi dengan menerapkan manajemen logistik yang terintegrasi (integrated logistic port management). Pengembangan interkoneksi antara pelabuhan utama (pusat koleksi dan distribusi) dengan pelabuhan lokal dan pelabuhan "hub" internasional.
Kondisi saat ini, pembangunan jalan Lintas Kalimantan sepanjang 6.248 Km yang terdiri atas 3 lintas, yakni Lintas Selatan (3.311,94 kilometer), Lintas Tengah (1.684,22 kilometer) dan Lintas Utara (1.521,14 kilometer).
Sementara untuk alat angkut komoditas, juga dilakukan rencana pengembangan jaringan kereta api di wilayah Kaltim. Jaringan kereta api yang direncanakan diantaranya jaringan kereta api Muara Wahau-Lubuk Tutung sepanjang 135 kilometer, kerjasama Pemprov dengan Ras Al-Khaimah.
Kemudian, jaringan kereta api Kutai Barat-Balikpapan (243 kilometer), kerjasama Pemprov dengan JSC Russian Railways. Jaringan kereta api Tabang-Lubuk Tutung (185 kilometer), kerjasama Pemprov dengan PT Gunung Bayan Resources dan Jaringan Kereta Api Tenggarong-Sanga-sanga.
Dengan rencana pembangunan tersebut, postur sistem transportasi Kaltim pada 2030 diharapkan sudah dapat menunjang lahirnya pusat-pusat pertumbuhan baru sebagai multiplier effect dari pusat industri unggulan saat ini. Peningkatan status ruas-ruas jalan baik nasional maupun provinsi.
         LUAR BIASA
Sementara itu Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Kaltim Hetifah Sjaifudian yang mengikuti Kaltim Summit mengaku merasakan ada semangat yang luar biasa dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan jajarannya dalam menggagas pertemuan tersebut.
Gubernur ujarnya merencanakan bagaimana Kaltim ke depan. Visi Kaltim 2030 yang ingin menjadikan Kaltim sebagai provinsi yang tak bergantung lagi dengan migas dan batubara, namun lebih kepada sumber daya yang terbarukan adalah cita-cita lama yang baru didapat bentuknya saat ini.
“Pak Gubernur mendengar suara-suara itu. Suara kalau rakyat ingin agar provinsi ini maju dengan sektor-sektor pertanian, perkebunan, pariwisata dan industri hilirnya. Pembangunan baik jalan, jembatan, pelabuhan, bandara dan infrastruktur lainnya sangat vital untuk mempercepat mencapai cita-cita itu,” katanya.
Infrastruktur yang menghubungkan daerah-daerah penghasil dengan industri dan juga menghubungkannya dengan kota Samarinda, Balikpapan, dan kota lainnya di Kaltim serta ke daerah lain di Indonesia dan pembeli di luar negeri dapat mempercepat pertumbuhan dan pemerataan perekonomian di Kaltim.
“Saya yakin, pemerintah dan segenap masyarakat Kaltim bisa mencapai itu, dan saya akan berusaha memperjuangkan dengan cara peningkatan anggaran infrastruktur bagi Kaltim, kebijakan yang memihak kaltim dan kebijakan percepatan pembangunan di perbatasan. Semoga Visi Kaltim 2030 dapat tercapai,” harapnya. (her/hmsprov)
 
Foto: PERJUANGKAN KALTIM. Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Kaltim Hetifah Sjaifudian (kiri) pada pertemuan Kaltim Summit II 2013. (fadli/humasprov kaltim).
 

 

Berita Terkait
Government Public Relation