Percepatan Pembangunan Kawasan Pedalaman dan Perbatasan

SAMARINDA – Percepatan pembangunan dan pengembangan kawasan pedalaman, daerah terpencil dan perbatasan. Pemerintah Provinsi Kaltim terus melanjutkan kerjasama dengan TNI. Kebijakan Pemprov Kaltim itu disampaikan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak saat dialog interaktif dalam program Gubernur Menyapa, di RRI Kaltim baru-baru ini.

“Kawasan perbatasan kita masih terdapat di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang sebelumnya masuk wilayah Kutai Barat, sebelum pemekaran,” kata Awang Faroek Ishak.

Kerjasama Pemprov Kaltim dengan TNI khususnya zeni tempur TNI AD Kodam VI Mulawarman sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Kegiatan yang diprioritaskan adalah pembangunan infrastruktur jalan, jembatan bahkan bandara di kawasan pedalaman, daerah terpencil dan perbatasan.

Hingga saat ini lanjut Awang, sudah ada tiga bandara perbatasan yang terbangun berkat kerjasama dengan TNI. Yakni, Bandara Long Apung di Malinau, Long Bawan di Nunukan dan Datah Dawai di Kutai Barat. Berikutnya, pemerintah bersama TNI akan membangun bandara di kawasan perbatasan Kabupaten Mahulu yakni Bandara Long Apari.

“Tahun-tahun ke depan kita masih mengandalkan kerjasama dengan TNI. Isolasi daerah harus terbuka. Pembangunan jalur transportasi darat dan udara terus dipercepat,” jelasnya.

Diakui Awang, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan bandara melibatkan TNI telah menunjukkan hasil dan masyarakat sudah dapat merasakannya.

Selain itu, pembangunan sarana umum lainnya berupa fasilitas telekomunikasi juga dilakukan guna membuka jalur informasi dan komunikasi di seluruh wilayah Kaltim.

“Kita target tidak ada lagi daerah blank spot. Pembangunan sarana telekomunikasi sudah dilakukan dan masyarakat sudah merasakannya. Walaupun masih ada beberapa wilayah belum terbuka,” ungkap Awang.

Dia menambahkan sinergitas pemerintah daerah dengan TNI terus ditingkatkan dalam upaya percepatan pemenuhan infrastruktur dasar menuju kesejahteraan rakyat. (yans/sul/es/hmsprov).

 

Berita Terkait