Percepatan Pengembangan Industri Pengolahan Berbasis Komoditi Unggulan

Percepatan Pengembangan Industri Pengolahan Berbasis Komoditi Unggulan

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan salah satu strategi untuk meningkatkan keungulan komparatif dan kompetitif adalah dengan mengembangkan potensi  unggulan daerah.

Kaltim, lanjut dia, merupakan daerah yang memiliki sumber daya alam (SDA) dan lingkungan yang sangat kaya. Bila kekayaan alam itu dikelola dengan baik, semua manfaat dari kekayaan alam tersebut akan dinikmati sehingga ekonomi masyarakat akan lebih mandiri, dengan kualitas hidup yang lebih baik.

“Percepatan pengembangan sektor industri pengolahan berbasis komoditi unggulan daerah dan berbagai sektor lainnya yang memenuhi skala ekonomi menjadi strategi yang dipilih dan akan terus di dorong dalam lima tahun kedepan.,” kata Awang Faroek, Rabu (2/4).

Proses ini, menurut dia, diharapkan akan menghasilkan efisiensi yang tinggi dan selanjutnya akan dihasilkan keunggulan kompetitif (competitive advantage) yang tidak dimiliki daerah lain. Sehingga diharapkan produk domestik kita dapat memasuki persaingan global. Dengan kata lain, produk-produk yang dihasilkan melalui operasi usaha yang lebih efisien akan muncul sebagai produk lokal yang unggul yang dapat memenangkan pasar lokal maupun global.

Bila setiap kabupaten/kota di Kaltim memiliki produk unggulannya masing-masing, maka diseluruh daerah akan terjadi berbagai ragam produk unggulan yang memiliki karakternya sendiri. Produk unggulan domestik tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat pada umumnya.

“Setiap daerah harus melakukan pemetaan atas produk unggulan setiap daerah, agar dapat diketahui keunggulan di masing-masing daerah, selanjutnya dapat dipromosikan diseluruh pasar domestik dan pasar global,” jelasnya.

Mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah, Pemprov Kaltim mengembangankan sejumlah kawasan strategis di beberapa kabupaten/kota yang disesuaikan dengan keunggulan komparatif daerahnya masing-masing, diantaranya Kawasan Industri Kariangau (KIK) di Balikpapan dan Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara (PPU).

Selanjutnya, Kawasan Industri Perdagangan dan Jasa di Samarinda dan Kutai Kartanegara, Kawasan Industri berbasis Migas dan Kondensat di Bontang dan Kutai Kartanegara, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional di Maloy-Kutai Timur, Kawasan Industri Pariwisata di Derawan dan sekitarnya, Kawasan Industri Pertanian Paser dan PPU, Kawasan Strategis Perbatasan di Mahulu, serta Kawasan Industri Pertanian Kukar dan Kubar.

“Dari sejumlah kawasan strategis yang kita kembangkan, bisa dilihat sektor pertanian dalam arti luas, industri olahan dan pariwisata menjadi fokus kita. Disamping juga tetap mengembangkan migas dan batu bara, namun fokus pada produk turunannya. Sehingga perekonomian Kaltim ke depan tidak hanya tergantung pada unrenewable resouces, tetapi juga didukung dengan renewable resources,” pungkasnya. (her/sul/es/hmsprov)

/////FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Wagub Mukmin Faisyal, Ketua DPRD HM Syahrun dan Plt Sekprov H Rusmadi menyaksikan Walikota Balikpapoan Rizal Efendi menandatangani berita acara hasil kesepakatan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunanan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) 2015.(fajar/humasprov kaltim)

Berita Terkait