Perempuan Kaltim Masih Belum Maksimal Berkompetisi

Perempuan Kaltim Masih Belum Maksimal Berkompetisi

 

SAMARINDA – Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah di depan mata. Namun sayangnya, hingga kini para pelaku usaha utamanya kaum perempuan masih belum mampu berkompetisi secara maksimal.

“Banyak perempuan Kaltim yang telah berwirausaha, namun belum mampu berkompetisi secara maksimal hanya karena kurang percaya diri,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB) Kaltim Hj Ardiningsih pada acara Peningkatan Kewirausahaan Perempuan di Ruang Hearts of Borneo Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (15/10).

Padahal lanjutnya, produk maupun usaha yang dijalankan kaum perempuan Kaltim itu memiliki potensi besar dengan nilai jual yang bersaing. Namun, semangat dan jiwa berkompetisi masih lemah.

Semangat dan jiwa kewirausahaan para kaum perempuan harus dibarengi dengan jiwa kompetitor atau jiwa yang mau bersaing dalam  mempertahankan produk serta usahanya baik di daerah sendiri maupun di luar Kaltim bahkan luar negeri.

Ardiningsih mengakui produk maupun usaha yang dijalankan kaum perempuan Kaltim sangat baik dan berkualitas serta berdaya saing. Namun, apabila sudah memasuki persaingan karena ada pihak lain yang menjalankan usaha yang hampir sama, mereka lalu menjadi lemah dan mundur.

Selain itu, banyak pula usaha yang dimiliki kaum perempuan itu setelah berkembang baik dan semakin besar usahanya, selanjutnya hak usaha seperti ijin maupun nama usaha dialihkan kepada suami sehingga berpengaruh pada pendapatan perempuan.

“Kami merasa sangat berkepentingan untuk memacu serta memotivasi sekaligus membina perempuan Kaltim yang telah menjadi pelaku usaha dan sudah memiliki jiwa kewirausahaan untuk terus meningkatkan semangat dalam berusaha,” jelasnya.

Utamanya, pembinaan yang dilakukan dengan  melibatkan lintas sektor terkait agar usaha yang dilakukan semakin berkembang. Khususnya, semangat kewirausahaan dan jiwa sebagai kompetitor dan percaya diri akan semakin meningkat.

Ardiningsih menambahkan  era MEA yang sudah mulai diberlakukan ini menuntut seluruh pihak untuk aktif dalam persaingan, utamanya para perempuan yang telah menjadi pelaku usaha untuk meningkatkan produk dan usahanya.

“Pemerintah akan terus mendorong pengembangan usaha kaum perempuan agar terus berkembang. Kita ingin kaum perempuan itu tidak hanya sekedar berusaha tetapi bagaimana mampu membuka kesempatan kerja,” harap Ardiningsih.

Sementara itu Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Hj Mahrita mengemukakan kegiatan peningkatan kewirausahaan perempuan Kaltim ini bertujuan meningkatkan produktivitas ekonomi perempuan secara terpadu dan bersinergi.

“Selain menambah wawasan tentang berwirausaha dan bagaimana mengembangkan usaha juga mempersiapkan pelaku usaha dalam memenangkan MEA 2015. Peserta 100 orang terdiri dari para perempuan pelaku usaha Kaltim,” ujar Mahrita.

Kegiatan peningkatan kewirausahaan menghadirkan nara sumber dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Rio Ratukonsina dan Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dirperindagkop UMKM Kaltim Hj Alvina. (yans/sul/hmsprov)

////Foto : Seorang nara sumber memberi penjelaskan kepada para perempuan peserta kegiatan peningkatan kewirausahaan.  (masdiansyah/humasprov kaltim)

 

 

Berita Terkait