Perempuan Waspadai Kanker Serviks Sejak Dini

SAMARINDA -  Berdasarkan hasil penelitian disebutkan setiap jam setidaknya terdapat satu orang wanita Indonesia yang meninggal akibat kanker leher rahim (serviks). Sedangkan di Asia Pasifik terjadi dalam setiap empat menit bahkan dalam setiap dua menit di dunia.

Kondisi dan perkembangan bahaya kanker serviks itu tertuang dalam sambutan tertulis Gubernur Kaltim yang disampaikan Asisten Administrasi dan Umum Setprov Kaltim Meiliana pada Seminar peringatan Hari Ibu ke-87 tahun 2015.

“Prevalensi kanker serviks di Indonesia mencapai 90 orang dari 100 ribu penduduk bahkan ditemukan lebih kurang 200 ribu kasus baru setiap tahunnya,” kata Meiliana di Ruang Bina Bangsa Badan Kesbangpol Kaltim, Selasa (1/12).

Menurut dia, kesehatan reproduksi sangat penting untuk dijaga. Salah satu penyakit yang menyerang alat reproduksi adalah kanker serviks atau penyakit yang menyerang leher rahim wanita.

Kanker leher rahim atau serviks bisa dialami siapa saja yang pernah berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi Human Papilloma Virus (HPV). Kanker serviks (kanker rahim) merupakan penyakit ganas yang harus ditangani secara dini.

“Penyakit kanker dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Tidak merokok dan meminum minuman beralkohol. Makan makanan bergizi, kerja dan istirahat teratur, hindari stress, berolahraga rutin dan terukur serta tidak berganti-ganti pasangan seksual,” ungkap Meiliana.

Sementara itu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kaltim Hj Ardiningsih mengatakan seminar sebagai upaya informasi dini bagi kaum perempuan tentang bahaya kanker serviks.

“Kami bersama organisasi masyarakat dan mahasiswa perlu menginformasikan bahaya kanker serviks bagi perempuan untuk dilakukan deteksi dini. Seminar ini bagian dari upaya kita meningkatkan derajat dan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Ardiningsih.

Seminar diikuti 150 peserta dengan tema Perempuan Sehat, Maju dan Mandiri, Negara Makmur, dengan isu yang diangkat tentang kanker serviks dalam rangkaian peringatan Hari Ibu ke-87 tahun 2015.

Peserta terdiri anggota BKOW Kaltim, TP PKK Kaltim dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kaltim dan mahasiswa. Narasumber dari Lembaga Psikologi Asda Arum Medina Yogyakarta Arif Boedi dan Ketua Yayasan Kanker Kaltim Sri Montessori. (yans/sul/humasprov)

Foto : Meiliana bersama Panitia dan peserta seminar kesehatan tentang bahaya kanker serviks.(masdiansyah/humasprov kaltim)

Berita Terkait