Perhatikan Fasilitas Lebih Dulu

Rencana Masa Belajar SMK 4 Tahun

 

SAMARINDA – Untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mempersiapkan untuk menjadikan masa belajar SMK menjadi 4 tahun.

Meskipun banyak pihak yang menyuarakan persetujuan atas dikeluarkannya pengumuman ini, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim masih belum memberikan kepastian, apakah setuju atau tidak.

 Hal ini diutarakan oleh Kepala Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Pendidikan Tinggi (Dikti) Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, Basmen Nainggolan. “Ide dan tujuannya memang baik, namun jika memang ingin menambah periode belajar para siswa, sebaiknya dilihat dulu apakah fasilitas yang ada telah memadai untuk menunjang sarana pembelajaran bagi para siswa SMK ini,” katanya.

Dijelaskan Basmen, dalam memajukan kualitas atau untuk berkembangnya kemampuan para siswa, khususnya yang ada di Kaltim, yang patut diperhatikan adalah fasilitas terlebih dahulu.

“Percuma saja waktu belajar mereka ditambah, namun tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai,” sebutnya.

Kaltim sendiri memiliki sebanyak total 215 SMK, SMK Negeri sebanyak 79 dan Swasta sebanyak 136. Rencana penambahan masa belajar bagi SMK ini akan diberlakukan bagi empat program keahlian, yaitu program keahlian teknologi, pertanian, kelautan dan kesehatan.

Jika memang peraturan bahwa pelaksanaan SMK harus 4 tahun itu memang harus diberlakukan, Basmen menginginkan Pemerintah Pusat memberikan perhatian lebih kepada pengadaan fasilitas dan kualitas guru, karena tidak cukup jika hanya diperhatikan oleh Pemkot dan Pemprov saja.

“Secara keseluruhan, tidak hanya SMK saja yang membutuhkan adanya fasilitas yang memadai, belum lagi jumlah guru di daerah daerah pedalaman yang kurang, jika hal ini saja belum diselesaikan dan dicoba untuk dipecahkan, saya rasa 4 tahun pembelajaran akan kurang efektif, apalagi di terapkan di SMK SMK di daerah,” papar Basmen.

Salah satu tujuan akan dicanangkannya program SMK selama 4 tahun oleh Kemendikbud ini adalah untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pemprov Kaltim sendiri pun telah mengutamakan pembinaan siswa SMK dan Politeknik untuk peningkatan kualitas SDM dalam MEA, karena SMK dianggap sebagai wadah yang sangat baik untuk pelatihan skills yang dibutuhkan dalam dunia kerja. (aka/hmsporv)

Berita Terkait