Peringatan 50 Tahun PT. Taspen

Waspadai Penipuan Dana Pensiun

SAMARINDA – Para pensiunan diminta agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap aksi-aksi penipuan dengan modus pembayaran dana pensiun sekaligus, pembagian deviden maupun pemberian hadiah yang mengatasnamakan PT Taspen. Memasuki masa akhir tugas, para PNS seharusnya bisa hidup tenang dan bahagia, bukan justru menjadi korban penipuan hingga puluhan juta rupiah.
“Saya harus sampaikan ini,  karena model penipuan seperti itu juga pernah saya hadapi. Melalui telpon, orang itu bilang, saya dapat Rp40 juta dari Taspen. Seandainya dia bilang Rp4 miliar,pasti saya langsung tidak percaya. Karena Rp40 juta, saya sempat mikir, apa iya ya. Tapi saya langsung telpon staf Taspen,dan ternyata itu hanya aksi komplotan penipu,” kata Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kaltim Yurnalis Ngayoh saat menghadiri perayaan 50 Tahun PT. Taspen di Samarinda, Rabu (17/4).
Sebab itu, mantan gubernur Kaltim ini mengingatkan agar setiap pensiunan atau PNS yang sudah memasuki masa pensiun tidak mudah percaya bila ada pihak-pihak yang mengaku dari PT Taspen yang akan memberikan hadiah atau pembayaran pensiun sekaligus. Sebaiknya, mereka mendatangi kantor PT Taspen terdekat untuk memperoleh informasi yang benar.
Hal senada disampaikan Kepala Cabang PT. Taspen Samarinda, Risman Darmadi. Isu penerapan Undang Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), di dalamnya disebut-sebut juga mengatur pembayaran pensiun secara sekaligus tersebut.  
“Isu tentang Undang Undang ASN ini akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saran saya segera laporkan jika ada masalah-masalah seperti itu. Jangan    sampai para pensiunan malah kehilangan uang puluhan juta rupiah pada saat mereka sudah tidak bekerja,” tegas Risman Darmadi.  
Sementara Asisten Administrasi Umum Sofyan Helmi saat mewakili  Gubernur Awang Faroek berharap agar ke depan, koordinasi yang lebih baik antara PT. Taspen, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan PWRI Kaltim untuk terus meningkatkan pelayanan kepada  para pensiunan.
“Kerjasama yang baik antara PT Taspen, BKD dan PWRI tentu sangat diharapkan agar pelayanan kepada para pensiunan bisa diberikan lebih cepat dan akurat. Data mereka yang akan segera memasuki masa pensiun juga sangat penting diketahui Taspen agar saat tiba waktunya, para pensiunan tidak perlu menunggu proses yang lebih lama,” pesan Sofyan Helmi.
Kepada para pegawai yang bersiap memasuki masa pensiun, Sofyan Helmi juga mengingatkan agar mempersiapkan diri dengan baik, misalnya dengan menyiapkan usaha-usaha produktif yang bisa dilakukan perseorangan maupun berkelompok.
Dia memberi contoh, saat inipun dirinya telah merintis usaha dengan mantan salah seorang pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim. Usahanya itu terus berkembang hingga saat ini.  
“Alhamdulillah, saat ada keuntungan kami tidak bagi dua, tapi dibagi tiga. Kami berdua seperti tiga, dan sepertiga lainnya untuk kegiatan sosial, misal bantuan untuk langgar atau musholla. Tetapi intinya, selain dana pensiun, kita juga harus mempersiapkan usaha-usaha yang lain. Ini yang saya lakukan, mudah-mudahan teman-teman pegawai yang lain juga melakukan,” saran Sofyan Helmi.
Perayaan 50 tahun PT. Taspen juga dihadiri Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor dan Kepala Wilayah Ditjen Perbendaharaan Kaltim, Mirza Efendi dan anggota PWRI. (sul/hmsprov).

Foto: Kepala Cabang PT. Taspen Samarinda, Risman Darmadi menyerahkan potongan nasi tumpeng kepada, Asisten IV Sofyan Helmi dan Ketua PWRI Kaltim, Yurnalis Ngayoh. (samsul/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait