Peringatan Hari LH se-Dunia 2017, Awang Serahkan 215 Proper

Gubernur serahkan proper lingkungan kepada perusahaan yang mampu mengelola lingkungan hidup dengan baik di lokasi kerja perusahaan. (syaiful.humasprovkaltim)

 

SAMARINDA - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (LH) seDunia 2017, Pemprov Kaltim melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim kembali memberikan penghargaan peringkat kinerja perusahaan atau proper bagi perusahaan di Kaltim dalam pengelolaan lingkungan hidup periode 2016-2017.

 

Perusahaan yang mendapat penghargaan mulai dari sektor industri, jasa, migas, manufaktur, pertambangan batu bara, IUPHHK-HA, IUPHHK-HT serta pabrik kelapa sawit. Sebanyak 215 perusahaan diberikan penghargaan. Kategorinya mulai bendera hitam, merah, biru, hijau dan emas.

 

Ada dua perusahaan menerima bendera hitam, yaitu Hotel Bintang Sintuk Bontang dan PT Sahabat Sawit Sejahtera Paser. Sedangkan yang meraih bendera merah, salah satunya PT Insani Bara Perkasa tambang batu bara asal Samarinda dan Kukar, RS Haji Darjad Samarinda dan RSUD dr Abdul Rivai Berau.

 

Bendera biru diantaranya diraih PT Inhutani II Paser jenis perusahaan HTI/IUPHHK/HT, PT Gunung Bayan Pratama Coal Blok II tambang batu bara Kubar dan PT Kalimantan Powerindo perusahaan pembangkit listrik Samarinda. Bendera hijau diterima salah satunya PT Indominco Mandiri tambang batu bara Kutim, Kukar dan Bontang, PT ITCI Hutani Manunggal perusahaan HTI/IUPHHK/HT PPU dan PT Indonesia Plantantion Sinergi, pabrik kelapa sawit Kutai Timur. Sedangkan peraih bendera emas adalah PT KPC tambang batu bara Kutim, PT PKT pabrik pupuk dan amonia Bontang dan PT Berau Coal-Binungan Mine Operation tambang batu bara Berau.

 

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak usai menyerahkan proper kepada perusahaan yang berhasil melaksanakan program pelestarian lingkungan hidup mengatakan penghargaan itu merupakan penilaian yang obyektif dilakukan tim yang sudah dibentuk Pemprov Kaltim.

 

Perusahaan yang meraih bendera biru, hijau dan emas adalah perusahaan yang sudah mampu melaksanakan program pelestarian lingkungan sekitar perusahaan. Misal, melakukan reklamasi dan revegetasi serta pengelolaan air limbah perusahaan. Termasuk melaksanakan program CSR yang bermanfaat bagi masyarakat. Contohnya membangun sekolah maupun rumah sakit.

 

"Bendera hitam adalah potret buruk kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Sebaliknya bendera emas berarti bahwa perusahaan itu mampu mengelola dengan baik lingkungan hidup di sekitar oeprasional perusahaan," kata Awang Faroek Ishak di Ruang Olah Bebaya Komplek Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (13/6).

 

Awang berharap perusahaan yang menerima bendera hitam ke depan bisa naik jadi merah bahkan bisa mendapatkan warna biru. Begitu juga yang mendapatkan bendera biru bisa mendapatkan bendera hijau bahkan emas. Bagi yang sudah mendapat emas diharapkan bisa mempertahankan. "Bukan hanya menjaga lingkungan, setiap perusahaan batu bara dan migas harus membantu masyarakat sekitarnya agar tidak miskin dan menganggur," jelasnya.

 

Selain itu, penyerahan proper juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Kaltim 2017 oleh Gubernur kepada 73 sekolah dari jenjang SD hingga SMA sederajat. (jay/sul/es/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation