Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun


 

Pemuda Harus Menjadi Motor Penentu Perubahan

SAMARINDA - Hari Sumpah Pemuda yang  diperingati setiap tahun hendaknya menjadi  kebangkitan pemuda di Kaltim. Apalagi  di era kemajuan teknologi, pemuda-pemudi bisa memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasan mereka demi kemajuan bangsa Indonesia

Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak  mengatakan, pemuda-pemudi Indonesia dan Kaltim khususnya, harus menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia. Bonus demografi menjadi kesempatan  satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negara-negara besar lainnya.

"Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 harus kita jadikan sebagai momentum yang baik untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berprestasi di bidang masing-masing. Apalagi  di depan mata kita ada  Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan perdagangan bebas Asia dan dunia. Oleh karena itu,  saatnya pemuda-pemudi membangun visi yang besar menatap dunia," kata Awang Faroek Ishak usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016 yang berlangsung di Pendopo Lamin Etam, Jumat (28/10).

Gubernur mengatakan, amanah Bung Karno yang meneriakkan kalimat yang sangat terkenal "Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Amanah itu perlu menjadi inspirasi bagi generasi muda khususnya para pemuda-pemudi di Kaltim.

"Apalagi nanti Kaltim akan mendapatkan bonus demografi. Saya yakin Kaltim juga memiliki tokoh-tokoh pemuda yang mampu mengguncangkan dunia," kata Awang Faroek.

Disebutkan Gubernur, pemuda-pemudi Kaltim juga berprestasi.  Bukan hanya di  bidang akademik, tetapi juga pada bidang-bidang lainnya. Olahraga misalnya.  Banyak pemuda-pemudi Kaltim yang telah menyumbangkan prestasi di tingkat internasional, seperti atlet angkat besi, Triyatno yang pertama menyumbangkan medali perunggu pada Olimpiade  London 2012 lalu. Demikian juga pada cabang olahraga lainnya banyak yang berasal dari Kaltim.

"Kaltim bisa menjadi penyumbang pemuda-pemudi berprestasi pada masa yang akan datang. Terpenting pembinaannya harus dilakukan secara intensif," kata Awang Faroek. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait