Peringatan Maulid Nabi SAW, Momentum Bersama Ciptakan Kedamaian Daerah


 

SAMARINDA - Momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat meningkatkan semangat penduduk Indonesia khususnya Kaltim untuk menciptakan kedamaian daerah. Artinya, semua lapisan masyarakat diminta untuk terus menjaga stabilitas keamanan daerah.

Hal ini diperlukan agar terwujud harmonisasi antara umat beragama. Karena itu, kerukunan antarumat beragama harus terus ditingkatkan, sehingga kedamaian daerah dapat tercipta dengan baik dan penuh keharmonisan.

“Kita berharap momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat membangun semangat penduduk di Kaltim untuk saling menghargai, sehingga tercipta kedamaian daerah,” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim Bere Ali mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim, Senin malam (26/12).

Kedamaian akan tercipta jika toleransi antarumat beragama berjalan baik. Dengan begitu, daerah ini betul-betul menjadi daerah yang damai dan rakyatnya sejahtera. Adanya kedamaian dan sejahtera, maka semua orang merasa aman tinggal di daerah ini.

Apalagi, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), Kaltim merupakan daerah yang indek kebahagian penduduknya tinggi di Indonesia. “Kita harap kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera terus terjaga dengan baik. Karena itu, melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dapat meningkatkan kebersamaan antarpemeluk agama. Karena, sesuai ajaran Rasulullah, Islam adalah agama yang damai dan saling menghargai,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pengurus Yayasan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim menghadirkan penceramah asal Jakarta yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Tengku Zulkarnain.

Dalam ceramahnya, Tengku Zulkarnain mengajak agar masyarakat Indonesia khususnya Kaltim terus mengikuti perintah Allah SWT dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya, terutama bagi umat muslim diharapkan dapat terus mengagungkan Nabi Muhammad SAW,  karena tidak ada nabi setelah Muhammad.

“Saya minta seluruh penduduk tidak percaya dengan ajaran-ajaran sesat. Karena teladan kita adalah Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang patut diikuti. Sehingga jika ada yang mengaku nabi, maka itu bukanlah nabi sesungguhnya. Mereka itu sesat,” jelasnya. (jay/sul/es/humasprov)    

Berita Terkait
Mesra Hingga Akhir
Mesra Hingga Akhir

10 Agustus 2013 Jam 00:00:00
Agama

Regenerasi Ulama Harus Terus Dilakukan
Regenerasi Ulama Harus Terus Dilakukan

28 Januari 2013 Jam 00:00:00
Agama

Government Public Relation