Peringati Hari Air Dunia 2019, Libatkan Masyarakat Membersihkan Sungai Karang Asam

SAMARINDA - Kondisi drainase dan sungai Kota Samarinda cukup memprihatinkan. Terbukti, banjir selalu terjadi walaupun hujan sesaat. Atas kondisi ini sekaligus rangkaian peringatan Hari Air Dunia XXVII Tahun 2019. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim menggelar bersih-bersih sungai.

Melibatkan masyarakat dan Komunitas Peduli Banjir Samarinda. Dan kawasan Jalan Antasari Samarinda masuk wilayah Sungai Karang Asam Kecil dijadikan target bersih-bersih kali ini.

Kegiatan diawali pembacaan dan penandatanganan deklarasi Sungai Bebas Sampah sebagai bentuk komitmen bersama dilakukan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda, kecamatan, kelurahan, kelompok komunitas, dunia usaha, akademisi, mahasiswa, pelajar, Babinsa dan PKK dalam menyelamatkan air bagi kehidupan lebih baik.

Deklarasi dilanjut Bersih-Bersih Sungai sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pelestarian dan pengelolaan Sungai Karang Asam Kecil di jantung ibukota Benua Etam.

Menurut Sekretaris Dinas PUPR Pera Kaltim Dadang Irawan, upaya pembersihan kawasan resapan dan tangkapan air terutama sungai dengan melibatkan masyarakat sangat penting dan strategis "Ini upaya kita bersama mengedukasi masyarakat untuk berkomitmen menjaga sungai bebas sampah," katanya  didampingi Kepala Bidang SDA Irhamsyah, Rabu (20/3/2019).

Dadang berharap bersih-bersih sungai bebas sampah ini bisa berkelanjutan dan melibatkan semua pihak, sehingga terbangun kesadaran penuh untuk menyelamatkan sungai dari masalah sampah. Kegiatan bertema Semua Harus Mendapatkan Air diikuti 350 orang terbagi dalam tujuh kelompok yang dipusatkan sepanjang Jalan Pangeran Antasari Samarinda. (yans/her/fat/humasprovkaltim)

Berita Terkait