Peringati HDI 2019 PPDI Kaltim Gelar Diskusi Panel

Peringati HDI 2019 PPDI Kaltim Gelar Diskusi Panel (seno/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's) Inklusif dalam rangka memperingati Hari Disabilitas  Internasional (HDI) Kaltim 2019. Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim menggelar Diskusi Panel yang menghadirkan narasumber dari DPRD Kaltim diwakili anggota Fraksi Golkar H Salehuddin dan akademisi Unmul, di Ruang Tepian II Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (11/12/2019).

Plh Kepala Biro Kesra Setprov Kaltim yang juga Kabag Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga H Khairul Saleh mengatakan Pemprov menyambut baik diskusi ini. Sebagai dukungan atas hak-hak penyandang disabilitas saat ini, Kaltim sudah berkomitmen. 

Bahkan dalam visi dan misi Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi keberadaan penyandang disabilitas menjadi perhatian dari pemerintah. Yaiitu berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.

"Inilah bukti komitmen pemerintah provinsi untuk mewujudkan kesejahteraan penyandang disabilitas," kata Khairul Saleh.

Baginya, perhatian dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas merupakan bagian dari program prioritas Pemprov Kaltim atau masuk dalam RPJMD 2018-2023.

Termasuk adanya Perda tentang penyandang disabilitas di provinsi ini.  Karenanya, diperlukan tindakan nyata dalam mengimplementasikan program tersebut. 

Adanya komitmen ini, maka Gubernur Kaltim meminta agar penyandang disabilitas untuk lebih giat meningkatkan pendidikan maupun keterampilan mereka.

"Sarana untuk meningkatkan kemampuan itu sudah dibangun Pemerintah. Tentu fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik," jelasnya.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim Anni Juwariyah mengatakan, peringatan HDI dimaksud untuk mengetahui bagaimana pengembangan disabilitas di dunia. Tak terkecuali di Indonesia khususnya di Benua Etam Kaltim.

Ke depan momentum HDI mampu mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's) Inklusif, yaitu menuju Indonesia Inklusi, Indonesia Unggul.

Hadir sejumlah perwakilan perangkat daerah di lingkup Pemprov Kaltim dan penggiat Penyandang Disabilitas di Benua Etam. Peserta diskusi dari anggota penyandang disabilitas maupun perangkat sektor pendukung disabilitas.(jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait