Periode Pengembangan Kapasitas Lokal 2013-2015

Kaltim Summit II 2013 Dalam Mewujudkan Visi Kaltim 2030 (3)


Dalam merumuskan Visi Kaltim Maju 2030 sebagai kebijakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Pemprov memiliki alternatif skenario pembangunan ekonomi dengan strategi transformasi ekonomi (skenario dua).
Setelah meletakkan pondasi transformasi sosial ekonomi dengan penerapan konsep green economy, penyiapan infrastruktur dan iklim usaha pada Periode Inisiasi (2009-2013). Selanjutnya, Kaltim akan memasuki Periode Pengembangan Kapasitas (2013-2015).
Pada periode ini, Pemprov berupaya menjalankan proses transformasi ekonomi, walaupun masih terbatas, namun telah menghasilkan kinerja beberapa indikator makro ekonomi yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Beberapa indikator makro yang dimaksud, diantaranya adalah laju pertumbuhan ekonomi Kaltim 2013-2015. Strategi yang dikembangkan pada periode ini diperkirakan menghasilkan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi wilayah dari rata-rata empat persen pada 2013 menjadi rata-rata lima persen pada 2015.
Pertumbuhan ini didukung dengan upaya meningkatkan iklim bisnis di Kaltim serta  menggenjot kapasitas sektor pertanian melalui pengembangan kawasan-kawasan pertanian  secara terpadu. Pembangunan infrastruktur dasar akan menjadi salah satu penggerak investasi dalam periode ini.
Pembangunan infrastruktur dasar pada periode ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sektor kontruksi hingga mencapai laju pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor lain yakni rata-rata sebesar sembilan persen pertahun. Sementara perbaikan iklim bisnis lainnya diharapkan dapat mendukung pencapaian laju pertumbuhan sektor utilitas sebesar tujuh persen, perdagangan (tujuh persen) dan jasa (enam persen).
Sektor industri pada periode ini masih akan mengalami pertumbuhan negatif karena penurunan sektor migas, namun pertumbuhan positif diharapkan dapat terjadi setelah periode ini, dimana upaya pengembangan industri hilir batu bara dan pertanian telah menunjukkan hasilnya.
Indikator lainnya adalah struktur ekonomi Kaltim 2013-2015. Struktur ekonomi yang terbentuk pada periode ini masih didominasi sektor pertambangan dengan kontribusi sebesar 49 persen atau meningkat enam persen dari 2012. Sementara sektor industri mengalami penurunan dari 25 persen menjadi 20 persen pada 2015 sebagai akibat penurunan laju sektor industri.
Perubahan yang terjadi belum sepenuhnya mengarah pada struktur yang diinginkan. Kondisi ini terjadi karena upaya transformasi yang dijalankan masih dalam tahapan pengembangan kapasitas, dimana fokusnya lebih kepada penataan iklim bisnis untuk mendukung berkembangkan sektor industri memiliki nilai tambah lebih besar dan berkelanjutan.
Beberapa strategi transformasi seperti penataan regulasi (moratorium, perizinan, dll),  pengembangan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur dasar, pembangunan kawasan industri merupakan investasi pemerintah yang akan dirasakan hasilnya pada periode pembangunan selanjutnya.
Indikator selanjutnya adalah tingkat pengangguran, daya beli dan inflasi. Pertumbuhan ekonomi dan perubahan struktur ekonomi wilayah akan berdampak pada daya serap tenaga kerja. Dengan laju pertumbuhan dan struktur ekonomi yang terbangun, tingkat pengangguran pada periode ini diperkirakan akan mencapai 8,7 persen pada 2015.
Terkait daya beli masyarakat masih bergantung pada tingkat pendapatan, pola konsumsi masyarakat dan tingkat inflasi. Peningkatan pendapatan diupayakan dengan menciptakan struktur ekonomi yang mampu menyerap partisipasi masayarakat secara lebih luas. Pengembangan pertanian dalam arti luas yang dijalankan secara berkesinambungan sejak periode 2009-2013 merupakan salah satu upaya yang signifikan. (heru renaldy/hmsprov)


Kami menerima saran dan masukan dari seluruh stakeholder pembangunan dapat dikirimkan melalui surat elektronik ke alamat email mail@bappeda.kaltimprov.go.id atau mail@bappedakaltim.com. Selain itu juga bisa mengirim pesan singkat (SMS) ke nomor SMS Broadcast Kaltim Bangkit Center 0852-1244-6666.

//Foto : Sejumlah warga memanfaatkan kegiatan Job Fair oleh Disnakertrans Kaltim untuk mencari lowongan kerja. Upaya ini dilakukan untuk mempertemukan perusahaan pengguna jasa dengan pencari kerja. (anggi/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait