Kalimantan Timur
Perkebunan, Lokomotif Ekonomi Kalimantan Timur

SAMARINDA - Wilayah Kalimantan Timur mempunyai kondisi Agroekosistem (tanah dan iklim) yang sesuai untuk pengembangan komoditi unggulan seperti kelapa sawit, karet, kakao, lada dan kelapa serta komoditi lainya. 

 

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad, sesuai potensi dan keunggulan wilayah, maka pembangunan ekomomi Kaltim diarahkan pada pengembangan sumber daya alam terbarukan (renewable resources).

 

"Perkebunan kita sangat prospek menumbuhkan ekonomi daerah," kata Ujang Rachmad, saat Bimtek Petugas Register UPPB di Balikpapan, Kamis (22/4/2021).

 

Subsektor perkebunan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Kaltim di sektor pertanian dan berkontribusi positif meningkatkan pendapatan petani pekebun di tengah pandemi.

 

Bahkan prospek pasar komoditas perkebunan semakin menjanjikan sejalan dengan semakin meningkatnya permintaan pasar dunia dan pasar domestik akan produk yang berbahan baku berasal dari komoditi perkebunan.

 

Sektor pertanian dalam arti luas, lanjutnya, sesungguhnya menjadi strategi untuk recovery, sekaligus memberikan landasan bagi perkembangan sektor riil dari krisis ekonomi yang dialami Indonesia. 

 

"Hal ini dibuktikan oleh daya hidupnya yang tinggi, ketika sektor-sektor lain ambruk," sebutnya. 

 

Salah satu ciri khas usaha pada sektor perkebunan tambah Ujang, melibatkan banyak orang dengan pemilikan sumber daya dan keterampilan terus ditingkatkan.

 

"Berdasarkan data statistik tahun 2019, khusus luas areal perkebunan rakyat (swadaya) total  391.167 hektar, terdiri TBM 129.861 hektar dan TM 234.600 hektar," ungkap Ujang.(yans/sdn/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait