Perkembangan Pembangunan Kaltim

Rektor Unmul: Lima Tahun Sudah Berjalan Baik
 
SAMARINDA – Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Prof Dr Zamruddin Hasid menilai perkembangan pembangunan Kaltim selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wagub Farid Wadjdy sudah berjalan dengan baik.
Hal itu dapat dilihat dari indikator makro pembangunan, antara lain pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi maupun ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat sudah cukup baik dan stabil. Jika pun ada beberapa indikator yang belum memenuhi target, hal itu sangat wajar karena terpengaruh dengan kondisi ekonomi global.
“Banyak daerah-daerah lain yang terkena langsung dampak dari krisis ekonomi global, namun di Kaltim tidak. Ini berarti pemerintah berhasil dalam pembangunan perekonomian Kaltim,” ujar Zamruddin, Senin (9/9).
Pengembangan kawasan industri sebagai suatu kawasan khusus, menurut Zamruddin merupakan langkah tepat yang diambil oleh Pemprov Kaltim. Karena dengan lokasi terpadu, kawasan industri dapat memberikan kepastian kepada investor baik dari aspek keamanan, aspek perlindungan hukum maupun aspek lainnya.
“Pemprov telah memperhatikan kepentingan industri dalam rangka memajukan perekonomian daerah. Hal ini harus terus dilakukan guna memacu pertumbuhan ekonomi. Apalagi ditambah dengan suasana Kaltim yang cukup kondusif, sehingga investor tidak ragu untuk menanamkan modal di Kaltim,” katanya.
Zamruddin menambahkan untuk sektor pertanian dalam arti luas dalam lima tahun terakhir secara makro sudah berjalan dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari segi alokasi anggaran, perluasan lahan pertanian maupun upaya Pemprov dalam meningkatkan kualitas petani di Kaltim.
Kaltim, lanjut dia, membutuhkan ketersediaan pangan kedepan, sehingga tidak lagi tergantung dengan daerah lain. Dengan potensi lahan pertanian yang sangat luas, Pemprov harus mendukung dan mendorong pembangunan sektor pertanian sebesar-besarnya, sebagai masa depan Kaltim.
“Permasalahan tata ruang terkait dengan kawasan hutan yang selama ini menjadi kendala pengembangan sektor pertanian harus di tuntaskan. Visi Pemprov sudah cukup bagus yang tertuang dalam RPJM dan RPJP daerah, tinggal bagaimana pelaksanaannya,” lanjut Zamruddin.
Dalam lima tahun ke depan, Zamruddin menyarankan harus  ada skala prioritas sektor mana yang akan fokus untuk dikembangkan. Misalkan untuk infrastruktur jalan, harus ada alokasi anggaran yang tepat dan jelas sehingga jalan-jalan harus dibangun antara kecamatan dan kabupaten.
Kemudian, semua bahan-bahan sumber daya alam yang dihasilkan Kaltim berupa batu bara dan CPO (crude palm oil) harus diolah terlebih dahulu sebelum di ekspor sehingga memiliki nilai tambah.
“Kedepan kita harus membangun sektor pertanian dalam skala besar-besaran. Yang didukung infrastruktur kuat sehingga memudahkan masyarakat untuk alur transportasi, khususnya untuk angkutan hasil-hasil pertanian. Karena itu, jalan-jalan antar kecamatan harus tembus, minimal bisa dilewati kendaraan roda empat dengan kecepatan stabil,” sarannya. (her/hmsprov).

//// FOTO : Pembangunan pembangkit listrik di Kawasan Industri Kariangau merupakan upaya Pemprov Kaltim untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat.(heru/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait