Perkempinas III Dihadiri 1.550 Peserta

Kaltim Tuan Rumah Perkemahan Putri Nasional (Perkempimnas) di Balikpapan yang pembukaannya dihadiri Ka Kwarnas Gerakan Pramuka Adhiaksa Dault. Tampak Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi MS bersama Adhiaksa Dault. (fajar/humasprov kaltim).

 

Perkempinas III Dihadiri 1.550 Peserta

 

BALIKPAPAN - Perkemahan Pramuka Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) III tahun 2017 Kaltim yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Pantai Manggar, 19-24 November 2017. Perkempinas resmi dibuka Ketua Kwarnas Pramuka Adhiaksa Dault. Sebagai tuan rumah Pemprov Kaltim menyambut baik penyelenggaraan ajang nasional tersebut. Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyambut kehadiran 1.550 peserata dari 34 provinsi seIndonesia. Pemprov memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. "Kita harapkan penyelenggaraan ini berlangsung sukses. Selain menggerakkan generasi muda khususnya putri-putri di Kaltim untuk mengikuti kegiatan pramuka di masing-masing daerah juga memberikan motivasi generasi muda untuk kreatif," kata Rusmadi.

 

Ditambahkannya, momentum Perkempinas ini akan dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan wawasan yang lebih luas lagi, khususnya bagi Pramuka Penegak dan Pandega Putri se-Indonesia dalam mendharma bhaktikan dirinya untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara yang dicintai bersama. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hingga kini terus berupaya mendorong partisipasi semua pihak dalam pembangunan di bidang kepemudaan. Perkempinas merupakan salah satu wujud kepedulian pemerintah dalam mengatasi masalah di bidang kepemudaan.

 

Seperti diketahui bahwa kehidupan generasi muda di Indonesia sekarang ini dihadapkan pada berbagai tantangan, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern akibat pengaruh globalisasi, informasi tanpa batas serta krisis multi dimensi lainnya. Semua itu sangat berbahaya apabila tidak diantisipasi sejak dini. Sebagai contoh maraknya peredaran dan penggunaan narkoba di kalangan remaja dan pemuda, bergaya hidup bebas dan dekadensi moral karena mereka tidak lagi mengindahkan adat istiadat, ajaran agama, lunturnya semangat kebangsaan (nasionalisme) dan kurangnya pengamalan terhadap Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. "Kondisi demikian lebih diperparah lagi jika remaja dan pemuda kita terlibat dalam tindak kriminal dan berbuat onar sehingga dapat mengganggu keamanan dan ketertiban serta kedamaian di dalam masyarakat," jelasnya.

 

Sementara Ketua Kwarnas Pramuka Adhiaksa Dault mengatakan maksud dari pelaksanaan ini adalah sebagai wadah pertemuan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Putri seluruh Indonesia, untuk mempererat tali persaudaraan sesama anggota pramuka dalam berbagai aktivitas yang inovatif, kreatif, edukatif, rekreatif dan produktif dalam bentuk perkemahan. "Pramuka kita harus lebih inovatif, kreatif dan produktif. Ini juga ajang yang tepat untuk membina persaudaraan dan persatuan. Pramuka harus mandiri dalam kehidupannya dan dapat menjadi magnet kegiatan anak muda serta menjadi inspirasi bagi yang lain," kata mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

 

Adhiaksa Dault menegaskan Gerakan Pramuka sudah terbukti mampu menciptakan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, unggul, kompeten dan memiliki daya saing. Berjiwa patriot, cinta Tanah Air, mengamalkan Pancasila dan beriman serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hadir dalam Perkempinas III, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kaltim, termasuk Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Fachruddin Djaprie selaku leading sektor pelaksanaan kegiatan tersebut. (jay/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait