Perlu Regenerasi Petani Untuk Kemajuan Pertanian Kaltim

**Panen Raya 235 Hetare Padi Sawah di Merancang Ulu, Berau
 
TANJUNG REDEB -Pemprov Kaltim terus berusaha mewujudkan Swasembada Beras. Hal itu didukung dengan perkembangan produksi pertanian padi di sejumlah kabupaten/kota yang terus mengalami peningkatan. Salah satu sentra produksi pertanian padi di Kaltim adalah Kabupaten Berau.   
Berdasarkan angka sementara dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim pada 2012 potensi padi di kabupaten Berau dengan luas panen sekitar 11.851 hektare dan produksi padi sekitar 35.380 ton GKG (Gabah Kering Giling), terdiri dari padi ladang (7.508 hektare dan 18.545 ton GKG) dan padi sawah (4.343 hektare dan 16.836 ton GKG).  
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (PTP) Kaltim, H Ibrahim, mengatakan Pemprov akan terus memacu peningkatan produktivitas padi di sejumlah kabupaten yang menjadi sentra produksi beras, diiringi dengan melakukan percetakan sawah baru guna perluasan areal pertanian di Kaltim.  
"Kita juga berusaha melakukan regenerasi petani Kaltim dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada petani-petani muda yang memang bersemangat untuk memajukan pertanian di Kaltim," ujar Ibrahim saat melaksanakan Panen Raya Padi bersama Bupati Berau Makmur HAPK, di Desa Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Selasa (9/4).
Dijelaskan, untuk mendukung program regenerasi petani  pada 2012 Dinas PTP telah mengirimkan  50 petani muda dari daerah sentra produksi beras  untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan terkait teknologi pengembangan pertanian ke PT Sang Hyang Sri. Pada 2013, kembali akan dikirim sebanyak 75 petani muda untuk mengikuti diklat yang sama.   
"Kita juga memiliki UPTD SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas) yang setiap tahunnya menerima sekitar 120 siswa/siswi dari kabupaten/kota, dengan tujuan menciptakan kader petani muda yang profesional dan andal yang siap mengabdi untuk memajukan sektor pertanian Kaltim. Mereka tinggal bawa tas dan duduk belajar, semua biaya pendidikan gratis," tegas Ibrahim, membeberkan program pro rakyat Pemprov Kaltim tersebut.   
Ibrahim mengungkapkan kontribusi sektor pertanian dalam arti luas terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kaltim memang kecil atau hanya sekitar 10 persen, tetapi penyerapan tenaga kerjanya cukup besar. Hal ini, sambung dia, berbanding terbalik dengan kegiatan usaha pertambangan yang berkontribusi besar terhadap PDRB, tetapi sedikit menyerap tenaga kerja.  
"Kegiatan pertanian sangat tepat dikembangkan di Kaltim, karena tidak akan mudah terpengaruh oleh krisis ekonomi global dan mampu terus bertahan. Apalagi Pemprov Kaltim sedang berupaya merubah struktur ekonomi dari berbasis sumber daya tak terbarukan menuju berbasis sumber daya terbarukan. Sehingga tidak tergantung dengan komoditi migas dan batu bara," ungkapnya.  
Sementara itu, Bupati Berau Makmur HAPK, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kepedulian Pemprov Kaltim melalui Dinas PTP dalam pengembangan produksi pertanian padi di Berau. Menurut dia, Berau memiliki potensi pertanian padi yang cukup besar, namun diperlukan penerapan teknologi pertanian untuk membantu petani meningkatkan produktifitas lahannya.   
Untuk mencapai swasembada beras, lanjut dia, Pemkab Berau akan coba mengoptimalisasi lahan-lahan pertanian yang ada. Disamping itu, ada satu permasalahan yang dihadapi, yaitu tingginya tingkat keasaman lahan pertanian di Berau, sehingga produktifitas lahan tidak maksimal.  
"Jika tingkat keasaman lahan bisa dikurangi maka produksi pertanian padi di Berau akan lebih meningkat. Kami minta bantuan provinsi maupun pusat untuk mengatasi masalah ini," ucapnya.  
Makmur berharap sinergitas program dan kegiatan pertanian antara kabupaten/kota dengan provinsi, serta antar instansi terkait lebih ditingkatkan. Sehingga setiap program dan kegiatan pertanian di kabupaten dapat terlaksana dengan baik karena sudah terintegrasi dengan baik.   
Di kawasan Merancang, Kecamatan Gunung Tabur, Berau, total luasan panen padi sawah sekitar 641 hektare, terdiri dari Desa Merancang Ulu (235 hektare), Merancang Ilir (316 hektare) dan Melati Jaya (90 hektare). Sedangkan tingkat produktifitas padi sawah perhektare 4,8 ton Gabah Kering Produksi (GKP) atau sekitar 4 ton GKG.  
Pada kesempatan itu, Dinas PTP Kaltim juga menyerahkan bantuan kepada kelompok tani di kawasan Merancang Ulu berupa 1 unit RMU (Rice Milling Unit) atau Unit Penggilingan Padi, hand tractor dan alat-alat pertanian. (her/hmsprov).

///Foto : Gubernur Awang Faroek, Wagub Farid Wadjdy, Sekprov Irianto Lambrie dan Wakil Ketua DPRD Kaltim Sofyan Alex saat panen padi di Tenggarong Seberang, beberapa waktu lalu. Pemprov sangat serius untuk melakukan regenerasi petani di Kaltim.(dok/humasprov kaltim)
 


 

Berita Terkait