Kalimantan Timur
Perluasan Kilang Minyak Balikpapan Butuh 25 Naker, Prioritas Latih Tenaga Kerja Lokal

Gubernur Awang Faroek saat memimpin rapat rencana kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan meresmikan pembangunan perluasan Refenery Unit V Balikpapan. (SYAIFUL/HUMASPROV)

 

SAMARINDA – Program perluasan dan pengembangan kilang minyak (upgrading refinery unit V) Balikpapan diperkirakan  bakal menyerap 20.000 hingga 25.000 tenaga kerja. Guna menyukseskan program upgrading kilang minyak Balikpapan ini, maka diperlukan ketersediaan tenaga kerja terampil sesuai bidang kerja dan mampu bekerja di refinery. Maka PT Pertamina melalui dana corporate social responsibility (CSR) akan memberikan pelatihan bagi tenaga kerja lokal yang disiapkan untuk bekerja di refinery kilang minyak itu.

 

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak sangat mendukung dan sangat  mengapresiasi komitmen Pertamina untuk memperkerjakan tenaga lokal (Kalimantan). “Atas nama rakyat Kaltim, saya apresiasi komitmen Pertamina membuka peluang kerja bagi tenaga lokal di kilang minyak Balikpapan hingga 25 ribu orang,” katanya saat memimpin rapat persiapan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu, Jumat (5/1).

 

Menurut dia, kesediaan Pertamina memperkerjakan tenaga lokal tentu mampu mengurangi angka pengangguran khususnya angkatan kerja usia produktif. Pemanfaatan  tenaga lokal di kilang minyak tentu akan berimbas pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Kaltim. Apalagi program diawali dengan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja yang akan mengelola kilang minyak dengan memberdayakan Balai Latihan Kerja (BLK) di wilayah Kalimantan.

 

Awang sangat mendukung sinergi antara Pertamina dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kualitas SDM lokal agar lebih terampil dan andal. Tenaga kerja sebanyak 25 ribu orang yang dilatih nantinya akan dikerjakan sejak pembangunan  awal (konstruksi) hingga operasional kilang minyak Balikpapan. Pekerjaan konstruksi dimulai pada 2018 dengan waktu pengerjaan mencapai empat tahun atau perkiraan berakhir pada akhir 2021.

 

Sementara itu groundbreaking dilakukan Presiden Jokowi sekaligus pembukaan pelatihan bagi tenaga kerja lokal yang akan bekerja di kilang minyak pada Januari 2018. Program pelatihan calon tenaga kerja proyek perluasan kilang minyak Pertamina Balikpapan merupakan kerjasama Direktorat Mega Proyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina dengan Kementerian Ketenagakerjaan melibatkan lima BLK di Kaltim dari 35 BLK se-Kalimantan.

 

Tahap awal 5.000 orang akan dilatih oleh Pertamina dengan kualifikasi keterampilan sesuai kebutuhan proyek.  Secara khusus proyek perluasan kilang memerlukan hampir 13.000 tenaga kerja terlatih pada saat aktivitas puncak proyek berikutnya diperlukan 2.500 orang saat kilang dioperasikan. (yans/sul/humasprov) 

 

Berita Terkait