Perluasan Kilang Minyak Keuntungan buat Kaltim

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak

 

SAMARINDA - Pembangunan perluasan kilang minyak Pertamina yang baru di Balikpapan dinilai memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan rakyat Kaltim. Karena, dari proyek pembangunan ini memberikan kesempatan kerja 20.000 hingga 30.000 tenaga kerja, diantaranya juga tenaga kerja lokal. Dengan adanya persetujuan dari pemerintah pusat SDM asal Kaltim wajib diutamakan untuk diterima, maka Pemprov Kaltim telah melakukan pendidikan dan pelatihan bagi calon tenaga kerja di Kilang Minyak Pertamina di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI). "Kami tidak akan memberikan tenaga kerja yang tak siap pakai. Karena itu, terima kasih Presiden Jokowi atas program ini," kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak di PPU di hadapan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kamis (26/4).

 

Awang mengaku bersyukur pusat memberikan dukungan ke daerah, agar mengutamakan tenaga kerja lokal asal Kaltim untuk bekerja di proyek tersebut. Melalui proyek ini, banyak memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan kesejahteran rakyat. Selain adanya peningkatan ketahanan energi di Indonesia.

 

Karena itu, Awang meminta kepada Presiden Jokowi agar proyek tersebut harus berhasil. Karena, dampak pembangunan proyek ini tidak hanya untuk Kaltim tetapi seluruh rakyat Indonesia. Sesuai komitmen Pemprov Kaltim, semua SDA yang dimiliki daerah, adalah milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan, gubernur maupun bupati hanya menjaga dan merawat. "Sesuai Undang-Undang, meski SDA adalah milik NKRI, tetapi dalam pemanfaatan SDA itu diperlukan adanya usaha bersama untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Inilah yang kami harapkan kepada pusat. Yaitu, sedianya pusat bisa membantu daerah untuk mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan pembangunan infrastruktur, sehingga kesejahteraan rakyat semakin terjamin," jelasnya. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation