Perpusda Kaltim Bantu Salurkan Bantuan ke Kabupaten/Kota

SAMARINDA – Perpustakaan Daerah Provinsi Kaltim, tahun ini kembali memberikan bantuan bagi perpustakaan di kabupaten dan kota. Khususnya bantuan berupa buku dan rak buku, software layanan perpustakaan serta pelatihan sumber daya pengelola perpustakaan pada tujuh daerah.
“Seperti biasa kita setiap tahun selalu memberikan bantuan bagi pengembangan perpustakaan kabupaten dan kota. Hal tersebut sebagai bentuk pembinaan provinsi bagi daerah melalui pemberian bantuan kelengkapan perpustakaan dan peningkatan SDM pengelola,” kata Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim Hj Sri Sulasmi Retno didampingi Kabid Pengembangan dan Pembinaan Sumindar.
Tujuh kabupaten/kota yang akan diberi bantuan kelengkapan perpustakaan tahun ini adalah  Bontang, Berau, Kutai Timur, Malinau, Bulungan serta Nunukan  dan Kutai Barat. Secara bertahap pada 2014 akan diberikan bantuan bagi lima daerah lainnya.
Selama ini dari 14 kabupaten/kota baru 12 daerah yang memiliki perpustakaan daerah, sedangkan dua sisanya (Kabupaten Tana Tidung dan Penajam Paser Utara) belum terbentuk dan diharapkan pemerintah daerah segera melakukannya sesuai kewenangan.
Menurut Sri, pembentukkan perpustakaan merupakan urusan wajib pemerintah daerah sehingga kabupaten/kota memiliki kewenangan untuk itu. Sedangkan perpustakaan provinsi hanya mendukung dalam bentuk  bahan-bahan koleksi dan kelengkapan perpustakaan.
“Bantuan bagi pengembangan perpustakaan kabupaten/kota itu merupakan bagian dari komitmen Gubernur untuk meningkatkan SDM Kaltim. Sebab, perpustakaan merupakan salah satu unsur strategis dalam pembangunan dunia pendidikan di Kaltim,” ujarnya.  
Selain itu, pada tahun ini perpustakaan provinsi juga menyalurkan bantuan yang bersumber dari dana dekonsentrasi atau bantuan dari Perpustakaan Nasional bagi 132 perpustakaan desa/kelurahan.
“Kuota untuk masing-masing daerah sudah kita sebarkan dan sebentar lagi akan diselenggarakan bimbingan teknis bagi para pengelola perpustakaan desa/kelurahan itu melalui dana dekonsentrasi,” jelasnya.
Ditambahkan, bantuan yang diberikan melalui dana dekonsentrasi yakni 500 judul atau 1.000 eksampler buku serta dua rak buku untuk masing-masing perpustakaan desa/kelurahan. Sejak 2009 hingga 2013 sebanyak 475 perpustakaan telah dibantu untuk kelengkapan koleksi buku.(yans/hmsprov)

Foto: Sri Sulasmi Retno

 

Berita Terkait