Pertahankan Prestasi Cabor Menembak

Kejurnas Menembak Awang Faroek Cup II


BALIKPAPAN - Kejuaraan Nasional Menembak Awang Faroek Cup II Tahun 2013 diharapkan dapat mendongkrak prestasi Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional Ke XIX di Jawa Barat 2016 mendatang. Prestasi Kaltim pada saat menjadi tuan rumah PON XVII menempati peringkat ketiga dan pada PON XVIII Riau, Kaltim berada di peringkat lima besar.  
"Prestasi inilah yang ingin kita pertahankan pada PON di Jawa Barat mendatang. Kaltim yang pernah mencetak prestasi tertinggi tidak ingin terlempar ke posisi di bawahnya," ujar Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat membuka Kejurnas Menembak 2013 di Lapangan Tembak Kelurahan Manggar Balikpapan, Ahad kemarin (23/6).
Pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak Awang Faroek Cup II Tahun 2013 selain untuk meningkatkan prestasi, juga sebagai ajang untuk mencari bibit-bibit muda berprestasi. Sedangkan untuk petembak nasional,  Awang Faroek Cup II menjadi  ajang seleksi Sea Games XXVII di Myanmar dan Seleksi Nasional PON XIX di Jawa Barat 2016.
Kebangkitan olahraga di Kaltim ini, ujar Awang Faroek harus dapat dipertahankan dengan cara menggelar event daerah secara rutin. Selain itu, perlu meningkatkan kekompakan dan kebersamaan semua pemangku kepentingan  di tingkat provinsi hingga ke pengurus cabang di kabupaten/kota.
Awang Faroek menginginkan agar pengurus cabang olahraga membenahi organisasi dan  manajemen olahraga yang lebih profesional serta tidak terkontaminasi dengan aktifitas politik. Diharapkan setiap orang yang duduk dalam kepengurusan cabang olahraga di daerah harus benar-benar dapat mencurahkan tenaga dan pikiran pada kegiatan olahraga.  
Kejuaraan Nasional Menembak Awang Faroek Cup II Tahun 2013 sepenuhnya menjadi tanggungjawab Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) dan tidak sedikitpun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim, tetapi merupakan kerjasama semua pihak dan melibatkan partisipasi perusahaan swasta di daerah.
Lanjut Awang Faroek, banyaknya fasilitas-fasilitas olahraga yang bertaraf nasional eks PON di seluruh Kaltim hendaknya tetap dapat dijaga, dipelihara dan dimanfaatkan untuk berlatih dan menggelar kegiatan. Sehingga, tidak ada lagi venus-venus yang terlantar dan terbengkalai karena tidak dimanfaatkan oleh cabang oahraga yang bersangkutan.  
Selain itu, penyiapan prestasi atlet di Kaltim telah dilakukan sejak dini. Menurut Awang Faroek, tidak ada prestasi olahraga yang didapat dalam waktu cepat dan instan tanpa ada penyiapan bibit-bibit muda. Untuk itu, Kaltim telah membangun Sekolah Khusus Olahraga bertaraf Internasional sebagai upaya menampung, mendidik dan membentuk atlet muda sejak dini untuk mengukir prestasi di masa mendatang.
"Sekolah Khusus Olahraga bertaraf Internasional  atau SKOI Kaltim ini adalah salah satu sekolah khusus olahraga tingkat nasional yang diakui oleh pemerintah pusat. Untuk tahun ajaran baru  ini, SKOI Kaltim akan menerima  500 orang. Saya menginginkan sebanyak 30 orang diantaranya adalah atlet-atlet petembak dari Perbakin," harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas Menembak Awang Faroek Cup II Tahun 2013, Joko Setiono mengatakan kejuaraan ini merupakan kejuaraan yang kedua kalinya setelah tahun 2011 lalu. Ajang tahun ini diikuti 500 atlet dari 18 Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang dari berbagai kota di Indonesia.
Tuan rumah Perbakin Kaltim diikuti cabang  Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Berau, Bontang, Tarakan dan Kutai Barat. Sedangkan dari cabang lainnya diikuti cabang Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, Bogor, Cirebon, Nusa Tenggara Barat, Bali, DI Yogya, DKI Jaya, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Sumatera Selatan.
"Total hadiah yang disediakan pada Kejurnas Menembak Awang Faroek Cup II Tahun 2013 sebesar Rp300 juta dengan tambahan sebesar Rp5 Juta untuk pemecahan rekor nasional," jelasnya.
Pembukaan Kejurnas Menembak Awang Faroek Cup II Tahun 2013 yang berlangsung sejak tanggal 21 hingga 30 Juni ditandai dengan menembak kehormatan oleh Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Ketua Umum KONI Kaltim Zuhdi Yahya dan Kapolda Kaltim, Dicky D Ototoy. (yul/hmsprov)

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memperagakan stan menembak di sela pembukaan Kejurnas Menembak.(johan/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait