Pertanian Harus Menjadi Pelopor Kedaulatan Pangan

Pertanian Harus Menjadi Pelopor Kedaulatan Pangan

SAMARINDA - Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim mengatakan, program prioritas pembangunan pertanian dalam mewujudkan program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yakni pertanian harus menjadi pelopor terdepan dalam program kedaulatan pangan.

Program tersebut diantaranya pengembangan singkong gajah dan pabriknya. Hal itu sudah dilakukan di Bongan-Kutai Kartanegara, maupun di Kutai Barat dan segera menyusul Penajam Paser Utara (PPU) sekaligus didirikan pabrik oleh swasta dengan kapasitas 200 ton/hari untuk membuat tepung singkong dan chip (gaplek singkong).

“Kaltim berpotensi melakukan pengembangan singkong sebagai komoditi andalan sektor pertanian tanaman pangan bersama beras, jagung, kedelai, sapi dan ikan,” ujar Ibrahim, Selasa (1/4).

Ibrahim menjelaskan singkong berpotensi selain untuk bahan pangan, juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar industri lain. Diantaranya bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan plastik ramah lingkungan.

Program lain yang ditargetkan, yakni  pengembangan padi unggul seluas 8.200 hektare. Ini akan dikembangkan pada 50 kecamatan sentra produksi pertanian yang tersebar di 11 kabupaten/kota se-Kaltim dan Kaltara. Antara lain Paser, PPU, Kutai Timur, Kutai Kertanegara, Kutai Barat, Berau, Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung dan Samarinda.

Program tersebut, lanjutnya, ditetapkan menjadi prioritas utama untuk mewujudkan swasembada beras berkelanjutan di Kaltim. Yakni, menjamin ketersediaan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kaltim dan wilayah lain.

"Gubernur terus berlari cepat menuntaskan program, tentunya kami juga harus berlari cepat untuk mewujudkan program 100 hari di sektor pertanian dan tanaman pangan," ungkapnya.

Selain itu  Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan juga akan melaksanakan penyediaan sarana dan prasarana pertanian berupa optimalisasi lahan seluas 1.200 hektare di Paser, Nunukan, Samarinda, Kutim, PPU, Kubar, Kukar, Bulungan, Berau dan Bontang.

Kemudian membangun pintu air melalui APBD Kaltim sebanyak 162 unit yang tersebar di Kutim, Berau, Paser, PPU, Bulungan, Nunukan, Kukar, Samarinda dan Bontang. (sar/hmsprov).

 

////FOTO : Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP (tengah) bersama Wakil Bupati  Kukar HM Gufron (kanan) dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan H Ibrahim panen padi di Desa Manunggal Jaya. Kaltim bertekad menjadikan daerah ini sebagai salah satu daerah pelopor kedaulatan pangan.(dok/humasprov kaltim)

Berita Terkait