Pertaruhan Kondusifitas Bagi IKN

SAMARINDA - "Ini tidak bisa tidur saya yang kedua kali," kata Dr H Isran Noor yang tidak lain Gubernur Kaltim. Setelah yang pertama saat terjadi kerusuhan di Penajam Paser Utara dipertengahan Oktober lalu.

 

Kegalauan dan kekhawatiran orang nomor satu Benua Etam ini diutarakannya dihadapan para pemuka agama  dan tokoh masyarakat serta ratusan umat Katholik  dalam perayaan Hari Natal dan Tahun Baru di Aula Katholik Center Keuskupan Agung Samarinda, Kamis (26/12/2019).

 

Baginya menjaga dan memelihara kondusifitas daerah menjadi pertaruhan dan garansi pasca dipilih Kaltim sebagai ibu kota negara (IKN) Indonesia pada Agustus lalu.

 

"Asyik tidur. Tengah malam tepat jam nol nol. Ada suara ledakan keras. Kaget saya dan terbangun. Sejak saat itu mata saya tidak bisa tidur. Hati was-was," cerita mantan Ketua Apkasi ini.

 

Selanjutnya, terus berupaya mencari informasi. Dan akhirnya, informasi yang diharapkan disampaikan oleh Kapolresta Samarinda bahwa ledakam bersumber dari tabung gas 3 Kg di Pelabuhan Kapal Sungai Kunjang.

 

"Alhamdulillah. Artinya bukan gangguan kondusifitas. Tapi musibah atau masalah kecelakaan. Saya bersyukur tidak ada korban jiwa, tapi hanya luka bakar. Tapi saya lebih bersyukur bukan masalah Kamtibmas," ungkap Isran Noor.

 

Ledakan tabung gas menurut dia, merupakan peristiwa kedua setelah peristiwa kerusuhan di  PPU yang murni kriminal. Namun sempat membuat dirinya was-was. Sebab, jaminan kondusifitas dan Kamtibmas menjadi garansi Kaltim sebagai IKN baru Indonesia.

 

"Jadi kondusifitas daerah bukan siapa gubernurnya atau wakil gubernurnya. Atau aparat keamanannya. Tetapi bagaimana seluruh elemen dan komponen serta masyarakat bersama-sama menjaga dan memelihara keamanan dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat," tegasnya.(yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait