Perubahan Bermodalkan Dua Tangan Sekaligus

Bedah Buku  AFI “ Teladan dari Timur”

SAMARINDA-Awang Faroek Ishak (AFI) merupakan pribadi yang memiliki semangat tinggi dengan komitmen yang besar, terutama dalam upaya melakukan perubahan yang sangat berarti bagi Kaltim khususnya melakukan perubahan dengan bermodalkan  pada dua tangan sekaligus.
Dua tangan sekaligus ini memiliki makna yakni tangan pertama “pemikir” dan tangan kedua “pekerja”. Pribadi AFI merupakan bagian impelemntasi dari seorang pemimpian yang memimpin dengan visi yang kuat.
Pendapat tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Profesor Dr H Anwar Nasution mengingat semangat kerja yang dibarengi dengan upaya yang kuat dalam melakukan perubahan daerah agar lebih maju dan masyarakatnya mencapai kesejahteraan dengan kekayaan sumber adaya alam yang tersedia.
Misalnya lanjut Anwar, semangat mentransformasi pertumbuhan dan sumber ekonomi Kaltim dari sumber daya alam yang tidak terbarukan (unrenewable resources) kepada sumber daya alam yang terbarukan (renewable resources).
Kaltim dikenal memiliki sumber daya alam tak terbarukan yang melimpah seperti  minyak dan gas bumi serta batu bara maupun emas dan lainnya, namun kondisi ini pada saatnya nanti akan mengalami stagnan bahkan habis karena tidak dapat diolah (diproduksi) kembali.
Dikhawatirkan habisnya SDA yang tidak terbarukan akan menyisakan kesengsaraan bagi rakyat Kaltim, sehingga sebelum masa itu terjadi maka Gubernur Awang Faroek telah memikirkan aksi nyata melalui konsep dan program yang jelas dengan penyiapan lokomotif ekonomi baru Kaltim berbasis sumber daya alam terbarukan melalui pengembangan pertanian dalam arti luas.
Terlebih provinsi yang telah terbagi menjadi dua setelah diresmikannya Provinsi Kalimantan Utara ini memiliki potensi daratan maupun perairan yang sangat potensial untuk mendukung kegiatan pertanian dalam arti luas baik perkebunan, peternakan, pertanian tanaman pangan maupun kelautan dan budidaya perikanan serta kehutanan.
Melalui penyiapan lokomotif ekonomi baru inilah diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim yang sudah digarap sejak saat ini, sehingga disaat sumber daya alam tidak terbarukan mulai menyusut maka Kaltim sudah siap dengan lokomotif ekonomi baru tersebut.
"Kebijakan yang diambil Awang Faroek ini sangat berani dimana disaat orang-oarng meninggalkan kegiatan bertani namun melalui program pertanian dalam arti luas ini malah dia mengajak masyarakat Kaltim untuk kembali menggalakkan kegiatan pertanian di berbagai subsektor," ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Guru Besar Universitas Gajah Mada Profesor Dr Mudrajad Kuntjoro terhadap sosok AFI yang penuh dengan keinginan yang besar untuk memajukan daerah dan menyejahterakan rakyat Kaltim di seluruh kawasan.
Terbukti dengan dibangunnya berbagai kawasan ekonomi di berbagai daerah khususnya ada tujuh kawasan pengembangan ekonomi yang tersebar di 14 kabupaten dan kota se-Kaltim termasuk Kalimantan Utara.
“Awang Faroek adalah seorang pemimpin yang visioner dan hanya terdapat beberapa orang secara nasional yang memiliki pola pikir dan pola kerja seperti beliau. Kaltim seharusnya merasa beruntung dan bersyukur dipimpin seorang yang visioner seperti Pak Awang,” ujar Mudrajad.  
Selain menyiapkan lokomotif ekonomi baru, Gubernur Awang Faroek juga memiliki kebijakan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Diantaranya dalam program Beasiswa Kaltim Cemerlang untuk memberikan perhatian kepada pelajar dan mahasiswa juga bagi para guru.
“Dalam buku Teladan dari Timur ini secara gamblang disampaikan bagaimana pemikiran dan upaya yang dilakukan AFI guna meningkatkan taraf hidup dan kualitas sumber daya manusia Kaltim serta upaya memajukan daerah,” jelasnya. (yans/hmsprov)

///FOTO :  Suasana peluncuran buku AFI “Teladan dari Timur”.(fajar/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation