Perusahaan Harus Dukung Pengembangan Ketahanan Pangan

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak yang juga Ketua Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kaltim mengharapkan agar perusahaan-perusahaan besar  perkebunan kelapa sawit maupun batu bara menyisipkan tanaman pangan di areal mereka.  
“Saya harap agar  perusahaan swasta memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan di daerah. Misalnya, perkebunan besar kelapa sawit maupun batu bara menyisipkan tanaman pangan di sebagian lahan mereka untuk mengembangkan budidaya pertanian,” kata Awang Faroek.
Menurut Awang, dukungan dan kepedulian perusahaan-perusahaan besar untuk pengembangan kegiatan budidaya pertanian memiliki peranan yang sangat strategis, terutama untuk mendukung ketersediaan kebutuhan pangan tenaga kerja yang direkrut perusahaan. Sehingga perusahaan tersebut dapat bersama-sama pemerintah untuk mendukung program ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Bahkan, secara tidak langsung akan mampu mendongkrak produksi pangan nasional.Diakui masih banyak lahan eks tambang batubara dan perkebunan sawit yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan budidaya pertanian. Padahal, lahan-lahan di kawasan tersebut sangat potensial untuk pengembangan kegiatan pertanian tanaman pangan.
“Kita yakini kegiatan pertanian dalam arti luas di kawasan tambang maupun perkebunan sawit mengajak kita untuk mengatasi masalah kemiskinan, kelaparan atau  kerawanan pangan serta kerusakan lingkungan sebaliknya akan meningkatkan konsumsi sumber daya lokal,” ujarnya.
Sebab lanjutnya, Pemprov telah menetapkan berbagai program pembangunan berwawasan lingkungan berupa pembangunan hijau atau pembangunan berkelanjutan, terutama dalam upaya mengurangi terjadinya kerusakan lingkungan akibat kegiatan eksploitasi alam.
Misalnya, mengembangkan program budiadaya pertanian dalam arti luas atau pemanfaatan sumber daya alam terbarukan untuk pembangunan ekonomi Kaltim sebagai antisipasi habisnya sumber daya alam tidak terbarukan.“Potensi tanaman pangan atau pengembangan pertanian dalam arti luas sangat besar bagi Kaltim sebab dukungan keunggulan komparatif maupun kompetitifnya.
Namun, tekad pemerintah ini perlu dukungan pihak swasta khususnya untuk pengembangan kegiatan sumber daya alam menuju ekonomi terbarukan,” ungkap Awang Faroek. (yans/hmsprov)   
 

Berita Terkait