Petani Harus Mampu Manfaatkan Handphone

*Sukseskan Pertanian Daerah

EMBALUT-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap para petani di Kaltim  lebih cerdas memanfaatkan alat komunikasi masa kini seperti handpone dengan berbagai fasilitas kecanggihannya. 

Memanfaatkan kecanggihan teknologi, para petani dapat memesan pupuk lebih mudah dari distributor, hingga diantar ke lokasi yang diinginkan. Para petani tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota, misalnya sekedar untuk membeli pupuk. 

"Saya yakin para petani memiliki uang banyak dan semua sudah punya handpone. Jaman sudah maju, jadi manfaat alat komunikasi modern yang dimiliki dengan baik. Cukup dengan layanan SMS  (short message service), petani bisa mengembangkan produksi pertanian mereka dengan lebih baik,” kata Awang Faroek Ishak di sela-sela Silaturrahim Gubernur Kaltim bersama Peternak di Desa Embalut Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Selasa (24/6).

Gubernur memaparkan,  pembangunan pertanian merupakan tugas dan tanggungjawab semua pihak, bukan hanya pemerintah atau petani saja. Pembangunan pertanian ini sangat penting sebab sektor pertanian di Kaltim digadang-gadang akan menjadi lokomotif ekonomi baru, paska menurunnya sumber daya alam tak terbarukan. 

Program pertanian dan perkebunan, peternakan hingga perikanan masih sangat potensial. Sehingga diperlukan komunikasi yang baik antara petani atau masyarakat dengan pemerintah, sehingga pembangunan pertanian berjalan sukses.

“Makanya saya berharap para petani ke depan harus punya handpone. Karena dengan handpone, masyarakat bisa berkomunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan hingga bupati/walikota, termasuk dengan gubernur. Dengan begitu maka permasalahan petani bisa diselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Gubernur juga berharap agar perusahaan tambang batu bara mendukung program pemerintah untuk membangun pertanian. Apresiasi diberikan Gubernur Awang Faroek Ishak kepada jajaran PT Kitadin di Kecamatan Tenggarong Seberang  yang telah memanfaatkan lahan eks tambang mereka untuk pengembangan pertanian, perkebunan dan peternakan serta perikanan.

“Memang ini baru Kitadin, belum perusahaan yang lain. Diharapkan, perusahaan lain dapat meniru Kitadin untuk program pengembangan lahan pertanian dari eks tambang. Karena itu, saya akan menginstruksikan kepada seluruh perusahaan tambang, perkebunan dan kehutanan harus membuat peta tematik dari perusahaan tersebut. Kita wajibkan perusahaan untuk membuat itu. Sehingga dapat diketahui peta lahan yang bisa dikembangkan untuk lahan pertanian dalam arti luas,” jelasnya.

Dia menegaskan, ke depan tidak boleh lagi terjadi lahan pertanian dialih fungsikan menjadi lahan pertambangan. Dengan begitu, pemerintah dapat memastikan lahan untuk para petani.

Pengembangan sektor pertanian di Kaltim masih sangat terbuka sebab di Pulau Jawa, hal itu sudah semakin sulit dilakukan karena lahan yang ada sudah digunakan untuk industri. Karena itu, Pemprov Kaltim berharap program pertanian dalam arti luas dapat terus digalakkan dengan dukungan program transmigrasi. (jay/sul/hmsprov)

Foto 1-2: Gubernur Awang Faroek menunjukkan hasil panen jagung dan kedelai di lahan eks tambang. Ternyata sangat subur. Agar lebih sukses, gubernur meminta para petani lebih jeli memanfaatkan kecanggihan alat komunikasi modern, handphone atau telepon genggam. (fajar/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation