Petani Jangan Mudah Menjual Lahan Kebun

Wagub Hadi Mulyadi panen buah duku. (sehan/humasprov kaltim).

SAMARINDA - Kegiatan pertanian dalam arti luas sangat menjanjikan dan mampu meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan petani. Karenanya, Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi berharap petani tidak mudah menjual lahan-lahan pertanian mereka. "Petani jangan pernah menjual lahan kebun," katanya saat panen Duku di UPTD BBIH Batuah Loa Janan, Ràbu (13/2/2019).

Wagub mengingatkan para petani pemilik lahan agar tidak mudah tergiur dengan tawaran harga tinggi sehingga menjual lahannya kepada perusahaan tambang batu bara.

Diungkapkannya, hingga saat ini sudah banyak lahan-lahan pertanian potensial dan produktif yang hilang akibat beralih fungsi. Terutama beralih fungsi untuk kegiatan pertambangan batu bara yang tidak memberikan imbas positif bagi masyarakat bahkan petani.

Padahal lanjut dia, Kaltim merupakan daerah yang potensial untuk pengembangan pertanian dalam arti luas. Khususnya dalam mendukung tercapainya ketahanan pangan sekaligus berkontribusi mewujudkan swasembada pangan daerah bahkan nasional.

"Kalau ingin meningkatkan kesejahteraan dan menghapuskan kemiskinan, maka jangan lagi lahan-lahan pertanian dijual untuk tambang," tegas Hadi. Dirinya optimis sektor pertanian menjadi lokomotif ekonomi Kaltim pasca migas (minyak dan gas bumi) serta batu bara habis. (yans/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait