Petani Kaltim Didorong Menjadi Petani Modern

SAMARINDA – Dinas Pertanian Tanaman Pangan akan mengarahkan petani dan kelompok tani di Kaltim untuk menjadi petani modern yang mampu mengolah lahan pertaniannya dengan peralatan-peralatan permesinan modern.
Kepala Dinas Pertanian Kaltim, H Ibrahim mengatakan inti pertanian modern adalah efisiensi waktu, penggunaan dana maupun tenaga kerja yang digunakan.  
“Saat ini banyak petani yang telah menerapkan prinsip-prinsip pertanian modern. Membajak sawah dengan traktor mesin, menanam dan panen padi dengan mesin serta merontokan padipun dengan mesin perontok,” ujarnya.  
Pertanian modern dengan penggunaan mesin sangat baik untuk menghindari kehilangan produksi pasca panen dan efisiensi waktu karena dengan penggunaan mesin pertanian akan dapat mempercepat produksi tanaman pangan, sejak tanam hingga panen.  
Dirinya berharap setiap pemerintah kabupaten da kota, khususnya  yang menjadi sentra lumbung pangan di Kaltim dapat  mendorong petani dan kelompok tani untuk mempergunakan mesin-mesin pertanian modern demi efisiensi waktu.  
“Dengan penggunaan mesin modern untuk menanam padi di lahan satu hektar hanya dibutuhkan waktu 4-5 jam saja. Sementara dahulu diperlukan waktu 2-3 hari dan tenaga kerja yang banyak,” jelasnya.  
Selain itu, dijelaskan bahwa Pemprov Kaltim berupaya meningkatkan sumber daya manusia sektor pertanian dalam arti luas, pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan  dan perikanan, dengan memberikan fasilitas belajar.  
Pemprov Kaltim akan mencatak 420 tenaga penyuluh dari berbagai sektor pertanian dalam arti luas untuk dididik di Universitas Mulawarman dalam program sarjana strata satu (S1).  
“Nantinya jika para penyuluh ini lulus, maka akan disebar kembali ke kabupaten/kota dimana para penyuluh berada. Selain itu juga akan diangkat Tenaga Harian Lapangan yang akan mendampingi para petani untuk meningkatkan produksi tanaman pangan,” ujarnya. (yul/hmsprov)
 

Berita Terkait