Petani Lada Kaltim Harus Lebih Produktif

SAMARINDA - Pengembangan dan produksi tanaman lada di Kaltim masih jadi perhatian serius pemerintah baik pusat maupun provinsi. Lada menjadi komoditas ekspor besar Kaltim di era tahun 80-90 an. Lada rakyat kembali diintensifkan. Dorongan juga datang dari kondisi pasar karena harga yang naik signifikan.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim Hj Etnawati mengharapkan agar petani lada memiliki generasi penerus yang tetap eksis mengembangkan tanaman lada.

Karena, saat ini belum banyak warga Kaltim yang mau fokus mengelola tanaman lada ini khawatir harganya akan jatuh.

“Mereka takut harganya jatuh dan tidak fokus mengembangkan lada, sehingga menggarap lada sambil menjalankan usaha lain. Apalagi anak-anak petani tidak mau meneruskan usaha orang tuanya,” ungkap Etnawati didampingi Kepala Bidang Produksi H Sukardi.

Diakui Etnawati, penananam lada memang memerlukan perhatian khusus lebih dari tanaman lainnya. Namun jika petani telaten dan serius membudidayakannya  tentu akan membuahkan hasil yang maksimal.

Kaltim telah resmi memiliki jenis lada baru dengan nama Malonan 1 yang merupakan salah satu varietas unggul nasional. Ketetapan ini sudah diuji pada pertengahan April tahun lalu.

“Keunggulan Lada Malonan 1 ini dapat berbuah sepanjang tahun dengan potensi produksi genetis 2,17 ton per hektare dalam setahun,” sebutnya.

Etnawati menambahkan Disbun Kaltim telah melakukan pertemuan dengan petani lada di km 38 Loa Janan Kutai Kartanegara untuk sosialisasi budidaya lada.

Kegiatan intensifikasi memberikan bantuan berupa pupuk organik, gunting pangkas dan insektisida. Bertujuan untuk meningkatkan produksi lada agar semakin baik, berkualitas dan meningkat.(yans/hmsprov)

Berita Terkait