PIP Long Apari Menjadi SPP


SAMARINDA - Pengembangan Infrastruktur Permukiman (PIP) di Kecamatan Long Apari Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) diharapkan dapat mendorong kawasan itu menjadi kawasan Strategis Pembangunan Perbatasan (SPP).
Kegiatan PIP di perbatasan Kaltim ini mencakup pembangunan sarana air bersih, pembangunan jalan lingkungan serta saluran drainase dan tata kelola sampah.
Khusus program air bersih, pemerintah melalui Kementerian PUPR menyiapkan sambungan rumah (SR) air bersih untuk 1.274 kepala keluarga (KK).
Kebijakan pemerintah pusat melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu disampaikan Kepala Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltim Frederik Bid.
“Pusat akan menyediakan sambungan air bersih untuk rumah penduduk di kawasan perbatasan khususnya wilayah Kecamatan Long Apari. Kapasitas air bersih 20 liter per detik bagi 1.200 SR,” kata Frederik Bid usai mengikuti upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XX di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (25/4).
Selain itu, Kementerian PUPR juga melaksanakan program pengelolaan sampah. Sebab menurut dia, selama ini masyarakat masih mengelola sampah secara tradisional. Melalui program ini ujarnya, pemerintah  mencoba mengubah perilaku tata kelola sampah agar sesuai konsep 3R, yakni reuse (penggunaan kembali), reduce (mengurangi) dan recycle (daur ulang).  
“Tentunya masyarakat perlu diikutkan pelatihan pemilahan sampah, komposting dan pembentukan Bank Sampah serta pengelolaan limbahnya,” jelas Frederik.
Sementara untuk jalan lingkungan, Kementerian PUPR akan membangunkan jalan sepanjang 4,6 km dengan lebar empat meter yang menjadi penghubung antardesa.
PIP untuk program jalan lingkungan di Long Apari saat ini sedang dalam tahap lelang dan terbagi atas empat kluster. Kluster satu terdiri Kampung Long Apari dan Kampung Noha Tifab. Kluster dua  yakni Kampung Naha Silat. Kluster tiga terdiri Kampung Tiong Bu’u, Kampung Long Keriok, Long Pananeh I, Kampung Long Pananeh II dan Kampung Long Pananeh III.
“Kluster empat terdiri Kampung Tiong Ohang dan Kampung Naha Buan. Pemerintah juga membangunkan saluran drainase sepanjang 1,5 km,” ungkap Frederik. (yans/sul/es/humasprov

Berita Terkait
Government Public Relation