Pj Gubernur Ardy Daud Langsung Pimpin Apel Pagi

Pj Gubernur Kaltim Restuardy Daud saat memimpin apel perdana. (syaiful/humasprov)

SAMARINDA - Setelah dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Restuardy Daud sudah aktif bekerja sejak Minggu 23 September 2018. Bahkan, Pj Gubernur Ardy Daud langsung memimpin apel pagi bersama seluruh ASN di Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Senin (24/9). 

Dalam amanat apel, Ardy Daud mengingatkan loyalitas ASN dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dia juga mengajak ASN bekerja bersama untuk Kaltim maju dan sejahtera. "Saya apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim atas kinerja yang dicapai selama ini. Saya kira ini hasil kerja seluruh ASN semuanya. Dengan koordinasi dan bimbingan, mulai dari Sekda, seluruh jajaran pimpinan OPD dan staf di lingkungan Pemprov Kaltim. Tentu apa yang telah dicapai selama ini perlu kita teruskan," kata Restuardy Daud yang biasa disapa Ardy Daud pada apel rutin pagi di halaman Kantor Gubernur Kaltim.

Dikatakannya, agenda yang menjadi tugas utama selama menjabat sebagai Pj Gubernur adalah menjaga keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan di Kaltim. Kedua menjamin  keberlangsungan penyelenggaraan program-program kegiatan strategis nasional dan kemudian disinergikan dengan program yang menjadi prioritas Pemprov Kaltim, termasuk yang tersebar di kabupaten/kota. Kemudian tugas yang ketiga adalah mempersiapkan pelantikan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam Pilkada 2018, yaitu Isran Noor dan Hadi Mulyadi.

Ada tiga hal yang menjadi perhatian, pertama terkait aspek pemerintahan, kedua aspek stabilitas daerah dan ketiga terkait dengan soliditas ASN.

"Terkait dengan aspek pemerintahan, saya kira yang menjadi penekanan pada saat arahan Mendagri adalah menjaga dan memastikan juga untuk keberlangsungan pelayanan publik. Itu menjadi tugas utama kita baik berkaitan dengan perijinan maupun non perijinan," jelasnya.

Kemudian, yang kedua pemerintah memiliki satu tugas yang dioptimalkan adalah melakukan bimbingan dan pengawasan terhadap  pemerintahan daerah di tujuh kabupaten dan tiga kota di Kaltim.

Selanjutnya ketiga, secara konkrit target sampai akhir Desember ini menjadi tugas bersama, dari segi perencanaan anggaran harus menyelesaikan APBD atau Perubahan APBD 2018. 

"Yang jelas saya berterimakasih secara khusus kepada Pj Sekda bahwa ini terus berjalan, saya tinggal melanjutkan saja dan termasuk menyiapkan rancangan APBD 2019. Karena, kedua dokumen ini harus dilandasi pada dasar hukum yang memadai dan mencukupi," jelasnya.

Selain itu, Ardy Daud juga berpesan mengenai dokumen perencanaan yang harus disiapkan, yaitu dokumen RPJMD untuk periode berikutnya. Ini merupakan tugas siapa pun yang menjabat atau yang menjabat sebelumnya harus mempersiapkan rancangannya untuk kemudian nanti akan disesuaikan oleh kepala daerah terpilih yang akan dilantik untuk kemudian disesuaikan dengan platform visi misi yang disampaikan pada saat kampanye.

"Yang jelas saya mengingatkan khusus kepada Kepala Bappeda mengenai hal ini, agar supaya dapat segera direalisasikan karena ini juga berkaitan dengan acuan yang digunakan oleh Pemerintah Daerah yang melaksanakan Pilkada di 2018," jelasnya. 

Ardy Daud mengatakan Kaltim memiliki satu kabupaten yaitu PPU yang kemarin telah melaksanakan Pilkada, karena untuk RPJMD, PPU juga harus mengacu pada RPJMD Provinsi sehingga dalam hal ini perlu dilaksanakan persiapan dari awal, termasuk yang ditekankan adalah memberikan ruang viskal yang cukup atau mengakomodir visi misi Gubernur dan Wagub Isran-Hadi.

Hadir ketika apel pagi, Pj Sekprov Meiliana dan sejumlah Asisten hingga Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kaltim dan seluruh staf di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim. (ayu/jay/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait