PNS Harus Bisa Memaknai Kebangkitan Pancasila

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kaltim

SAMARINDA - Pegawai Negeri Sipil (PNS) diharapkan dapat memaknai nilai-nilai kebangkitan Pancasila.  Karena, dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diharapkan PNS dapat memperteguh konsolidasi demokrasi di wilayah ini.     Apalagi, jika  dihubungkan dengan cita-cita Bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dengan harapan tercipta negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.  
Guna mencapai cita-cita yang luhur, maka diperlukan suatu pemahaman dan kondisi rakyat yang sejahtera dan negara yang kuat. Agar mewujudkan itu, diharapkan akan lahir pengertian, pemahaman dan kesadaran rakyat dan segenap aparatur negara untuk bangkit bersama-sama bekerja keras untuk mencapai cita-cita bangsa.  
“Karena itu, saya berharap nilai-nilai Pancasila dapat ditumbuhkan di kalangan PNS, sehingga pengorbanan dalam tugas sehari-hari akan lebih baik lagi ke depan. Artinya, ketika kita memperingati kesaktian Pancasila diharapkan dapat mengenang bagaimana pengorbanan yang dilakukan para pahlawan revolusi menghadapi aksi paham yang tidak setuju dengan Pancasila,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (1/10).  
Pemahaman Pancasila harus dilaksanakan PNS agar mampu berperan serta menjaga stabilitas keamanan daerah. Stabilitas keamanan Kaltim diakuitelah secara nasional. Ke depan, menurut dia ada delapan prioritas permasalahan yang harus segera dibenahi, antara lain revitalisasi empat pilar kehidupan berbangsa. Empat pilar kebangsaan  itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Saat ini nilai-nilai luhur Pancasila banyak terkikis, demikian pula wawasan kebangsaan. Perubahan itu tidak lepas dari pengaruh globalisasi yang menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat.    
Selain itu, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi harus ditingkatkan. Karena saat ini khalayak ramai menyoroti penegakan hukum yang tak kunjung memuaskan. Karena itu, pemberantasan korupsi harus dilanjutkan. Tuntaskan reformasi birokrasi, terutama pada perbaikan kualitas pelayanan publik yang dapat dirasakan masyarakat. Menuntaskan reformasi birokrasi akan mempercepat kemajuan bangsa.  
Sedangkan delapan prioritas permasalahan yang harus dibenahi adalah pembangunan ekonomi yang berkeadilandan peningkatan kualitas pelaksanaan otonomi daerah.Secara makro pembangunan ekonomi, Indonesia menunjukkan kemajuan yang pesat, dengan laju pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai di atas 6 persen. Namun, saat ini masih ada kesenjangan antara si kaya dan si miskin.   
Selanjutnya, Gubernur Awang Faroek berharap seluruh masyarakat dapat menumbuhkembangkan kebersamaan, kekompakan dan gotong royong.   Dia juga menyinggung  pentingnya pembinaan generasi muda, mahasiswa, perempuan dan anaksebab generasi muda merupakan bagian penting yang tak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Saya yakin, apabila delapan prioritas tersebut dapat direalisasikan, maka akan terwujud landasan yang kuat dan kondusif untuk pembangunan bangsa Indonesia menuju bangsa maju dan modern,”  tegasnya.  
Sementara Ketua Sementara DPRD Kaltim H Syahrun mengatakan pengamalan makna dari kesaktian Pancasila diharapkan dapat mendukung peningkatan nilai-nilai dari empat pilar kehidupan dan berbangsa.   
“Saya berharap semua golongan dapat memahami nilai-nilai yang terlahir dalam kesaktian Pancasila, sehingga ke depan rasa nasionalisme masyarakat lebih baiklagi,” jelasnya. (jay/hmsprov)

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Gubernur.(johan/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Proyek Strategis Nasional
Proyek Strategis Nasional

19 Oktober 2018 Jam 09:57:15
Pemerintahan

Pemilik Rumpon Harus Berijin
Pemilik Rumpon Harus Berijin

09 September 2014 Jam 00:00:00
Pemerintahan