PNS Terlibat Narkoba Langsung Dipecat

PNS Terlibat Narkoba Langsung Dipecat

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan Pemprov akan menindak tegas pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Kaltim yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Sanksi terberatnya bisa sampai pemberhentian.

Tindakan ini dilakukan, agar pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim terbebas dari penyalahgunaan narkoba, sehingga mampu meningkatkan kinerja dan prestasi sesuai harapan masyarakat.

“Pemprov Kaltim tidak segan-segan untuk bertindak tegas terhadap PNS yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Jika sudah terkena candu narkoba, maka pegawai pasti tidak akan mampu bekerja dengan baik, sehingga dapat merusak kinerja organisasi. Bahkan dikhawatirkan dapat mengajak pegawai yang lain untuk terlibat dalam penyalahgunaan tersebut,” kata Awang Faroek Ishak baru-baru ini ketika pencanangan gerakan rehabilitasi 100.000 penyalahgunaan narkoba di lapangan parkir Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda.

Meski demikian, kata Gubernur, sanksi belum akan diberikan sebelum ada bukti medis. Bukti medis akan menjadi dasar bagi Pemprov untuk melakukan tindakan tegas.

“Jika memang ada, Pemprov Kaltim akan menindak tegas. Tetapi harus dibuktikan terlebih dulu. Artinya, sudah ada aturan bagi PNS yang terlibat penyalahgunaan narkoba bahkan sanksinya hingga pemberhentian,” tegasnya.

Gubernur juga mengimbau agar tes urine dapat dilakukan secara rutin di semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Langkah ini penting untuk pencegahan lebih dini agar pegawai tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.  (jay/sul/hmsprov)

Berita Terkait