Politisi Perempuan Harus Berani Tampil

 

Politisi Perempuan Harus Berani Tampil

 

BALIKPAPAN - Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengimbau agar para politisi perempuan di daerah ini dapat terus meningkatkan wawasan, kemampuan dan kualitas diri agar mampu bersaing dengan politisi pria demi kontribusi terbaik bagi pembangunan Benua Etam.

Hal tersebut disampaikan Mukmin Faisyal saat membuka penyuluhan kepada masyarakat dalam rangka pendidikan politik bagi parpol dan ormas perempuan se-Kaltim di aula kediaman dinas Walikota Balikpapan, Senin (16/2).

Peningkatan kualitas yang dimaksud meliputi kemampuan wawasan dan keberanian untuk tampil di muka umum. Sebab diakui Mukmin, hingga saat ini masih belum banyak pemimpin dan politisi perempuan yang mampu dilahirkan dari daerah ini. Perlu pembenahan secara khusus dan konsisten untuk perbaikan tersebut. Namun pada akhirnya, semua kembali berpulang kepada motivasi dari para politisi perempuan.

"Harus ada pembenahan dari kader-kader politisi perempuan itu sendiri. Persoalannya, kadang mereka disuruh kampanye, tetapi tidak berani. Disuruh tampil di depan publik juga belum berani. Padahal itu bisa jadi momentum untuk menunjukkan jati diri mereka dengan baik sebagai seorang politisi," kata Mukmin.

Peningkatan wawasan dan kemampuan diri tersebut lanjut Mukmin sangat mungkin dilakukan dengan program-program pendidikan, sebagaimana dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim. Program pendidikan politik semacam ini akan sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan berbagi pengalaman diantara sesama politisi perempuan.

Wagub Mukmin Faisyal juga menganjurkan agar para politisi perempuan memperbanyak waktu belajar dan memperluas jaringan, serta lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai aktifitas partai dan sosial, sehingga melahirkan politisi-politisi perempuan masa depan yang lebih andal dan berkualitas.

Kepada sekitar seratusan peserta penyuluhan tersebut, Mukmin juga menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik  (BPS) 2015,  penduduk Kaltim berjumlah 4.068.600 jiwa. Terbagi atas laki-laki 2.138.100 jiwa dan perempuan 1.930.500 jiwa atau 52,55 persen berbanding 47,45 persen. Jumlah ini menunjukkan potensi perempuan yang sangat besar untuk berpartipasi dalam dunia politik.

Amanat UUD 1945 dan UU No.8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif pun telah mengamanatkan keterwakilan 30 persen perempuan untuk calon anggota lembaga legislatif. Namun sangat disayangkan, potensi besar tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Baik keterwakilan perempuan di DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Hal ini terjadi, satu diantaranya disebabkan oleh kesadaran politik kaum perempuan di Kaltim yang masih belum menggembirakan. Sebagai contoh, di DPRD Kaltim untuk periode ini dari 55 kursi dewan, hanya 5 kursi untuk politisi perempuan atau hanya sekitar 9 persen.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kaltim, Yudha Pranoto menjelaskan, tujuan dari penyuluhan pendidikan politik perempuan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran politik perempuan dalam penyelenggaraan pemilu, meningkatkan representasi perempuan di panggung politik dan terbangunnya responsibilitas perempuan terhadap persoalan diskriminasi perempuan melalui pendidikan politik.

"Perempuan juga memiliki kecakapan dan kemampuan untuk menjadi pemimpin atau menjadi politisi yang hebat. Karena itu, penyuluhan semacam ini akan terus kami lakukan dengan jangkauan yang lebih luas," kata Yudha. (sul/es/hmsprov).

///FOTO : Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP bersama sejumlah peserta pendidikan politik bagi parpol dan ormas perempuan se-Kaltim.(samsul/humasprov)

 
Berita Terkait