Potensi Ekonomi Kaltim Sumber yang dapat Diperbaharui

 

SAMARINDA - Penyelenggaraan pembangunan terus dilakukan Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Mendukung hal itu, Kaltim ke depan tidak lagi dihadapkan dengan pengembangan sumber daya yang tak dapat diperbaharui. Misal, minyak dan gas (migas) dan batu bara.

 

Ke depan potensi ekonomi Kaltim mengarah pada sumber daya yang dapat diperbaharui. Karena sumber tersebut dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan tak akan pernah habis bahkan mampu menyerap tenaga kerja. Contohnya, pertanian dalam arti luas serta pariwisata.

 

"Jika berbicara ekonomi. Maka berkenaan pergerakan barang dan jasa. Nah, tentu ke depan pengembangan ekonomi Kaltim tidak lagi hanya bergantung pada migas dan batu bara tetapi dengan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja. Di daerah ini kami yakin potensi pertanian khususnya perkebunan sangat luar biasa," kata Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi dikonfirmasi di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (4/7).

 

Ekonomi Kaltim dinilai akan kuat dan berkualitas jika banyak masyarakat yang bekerja. Namun demikian, perhatian terhadap peningkatan kualitas SDM juga menjadi perhatian Pemprov Kaltim, sehingga pengembangan sumber daya yang dapat diperbaharui mampu memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan rakyat.

 

Karena, pengembangan ini tidak akan mungkin bisa dilaksanakan apabila tidak didukung SDM berkualitas. Sehingga kesejahteraan rakyat betul-betul dapat dirasakan. "Kita saat ini sudah mengembangkan berbagai kawasan industri. Terutama Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Sangatta. Kawasan ini ke depan diharapkan mampu mendukung pertumbuhan perekonomian Kaltim melalui sektor perkebunan kelapa sawit. Di mana melalui sektor ini akan banyak menyerap tenaga kerja dan industri olahan pun akan terbangun di kawasan tersebut. Saya yakin kesejahteraan rakyat Kaltim dapat terwujud setelah pasca migas dan tambang batu bara,"  jelasnya.(jay/sul/es/humasprov)

Berita Terkait