Potensi Kedelai Di Kembang Janggut

Foto : Arief M

SAMARINDA - Secara khusus Gubernur Kaltim Isran Noor menerima Frans Lebu Raya, mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2008-2018 bersama jajaran Kementerian Pertanian dan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kaltim di ruang rapat gubernur lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (11/03). 

 

Frans Lebu Raya yang saat ini menjabat Komisaris ICDX Logistik Berikat ( ILB) menuturkan maksudnya berkunjung ke Benua Etam. Yakni untuk melakukan kunjungan lapangan sekaligus meminta arahan dari Gubernur Isran Noor terkait keinginannya berinvestasi pada sektor pertanian, khususnya pengembangan kedelai di Kaltim. 

 

“Sebelumnya tim dari IPB, Unhas dan UGM sudah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi di Desa Hambau, Kembang Janggut, Kutai Kartanegara. Dipilihnya lokasi tersebut karena ketersediaan lahan seluas  47 ribu hektare yang memiliki ijin HTI untuk karet. Namun karena soil tipis jadi tidak bisa mengembangkan karet. 1.400 hektare lahan sudah dilakukan land clearing. Awal pertama 100 hektare untuk pengembangan kedelai ini,” jelas Frans Lebu Raya

 

Gubernur Isran Noor menyambut baik rencana pengembangan tanaman kedelai di Kaltim. Apalagi ini dalam rangka mengamankan devisa negara. Dimana Indonesia saat ini melakukan impor kedelai senilai 3 miliar dollar. 

 

“Laksanakan. Jalan, Saya dukung ini,” tegas Isran Noor. 

 

Terkait perijinan HTI dilokasi tersebut, Isran menyatakan bisa mengajukan permohonan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dijadikan KBNK (Kawasan Budidaya Non Kehutanan) atau menjadi APL (Areal Penggunaan Lain). 

 

“Jadi jangan dilihat dari keuntungannya yang kecil dibanding komoditi pangan lainnya, tetapi dengan ini kita bisa memberdayakan sumber daya yang kita miliki, baik alamnya maupun manusianya,” 

 

Tampak hadir mendampingi, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Amirudin Pohan, Plt Kepala PTPH Kaltim Dadang Sudarya dan akademisi Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi. (her/yans/humasprovkaltim).

Berita Terkait