Potensi Keluarga Harus Dikembangkan

SAMARINDA-- Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Kaltim Bere Ali meminta masyarakat agar mengubah pola pikir guna membantu pemerintah mengurangi angka kemiskinan di daerah. Pola pikir yang dimaksud  yaitu dengan mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki, sebagai contoh dengan menggabungkan keterampilan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

"Selama ini kebanyakan masyarakat pasrah dengan apa yang mereka dapat. Karenanya, tidak ada keinginan untuk mengubah perekonomian dan hanya bergantung kepada pemerintah. Meski penanganan kemiskinan menjadi tanggung jawab pemerintah, namun alangkah baiknya mereka juga turut aktif dan produktif," kata Bere Ali, Kamis (19/5) lalu.

Yang paling penting, lanjut Bere Ali, masyarakat harus direhabilitasi mentalnya guna mengubah pola pikir dan membentuk jiwa agar mau berubah menjadi lebih baik, tidak  pasrah dengan keadaan. Khususnya para ibu rumah tangga, sambil menjaga anak dan menunggu kepala keluarga pulang kerja mereka bisa membuat sesuatu yang bisa menghasilkan, seperti membuat kerajinan tangan, souvenir maupun membuat kue yang bisa di jual di warung-warung.

Pemprov Kaltim kata Bere Ali, selalu berupaya maksimal untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut juga dibuktikan dengan dukungan program pengembangan ekonomi produktif yang dapat  mengangkat perekenomian masyarakat, melalui upaya penanganan dan pembinaan khususnya bagi masyarakat yang tergolong miskin agar lebih mandiri dan memiliki usaha sendiri.

"Melalui  pendidikan dan pelatihan  di berbagai bidang yang diberikan oleh dinas terkait, diharapkan masyarakat bisa bangkit dari keadaan yang dialami, menekuni usaha atau kerajinan yang bernilai tambah sehingga secara otomatis mereka telah berusaha meningkatkan perekonomian keluarga mereka," jelas mantan Kepala Dinas Sosial Kaltim itu. (mar/sul/es/humasprov)

Berita Terkait