PPSP Dukung Sukses Program Kaltim Green

BALIKPAPAN - Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP) di kabupaten/kota se-Kaltim, terbukti mampu mendukung sukses program Kaltim Green di daerah ini yang dicanangkan sejak sejak 2010.
Berbagai upaya itu dilakukan seiring dengan Program Kaltim Green untuk mewujudkan  pembangunan daerah berwawasan lingkungan (green development) dengan basis tata kelola pemerintahan yang berwawasan lingkungan (green governance).
"Salah satu dukungan tersebut, melalui program PPSP yang dilaksanakan 2012 dibangun dua  Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah,  di Manggar, Balikpapan," kata Sekprov Kaltim, Dr H Irianto Lambrie,  dalam sambutan tertulis  yang disampaikan Kepala Biro Permbangunan Setprov, Salman Lumoindong, pada Kick Off Meeting PPSP Regional Kalimantan, di Balikpapan Senin (25/3).
 Selain itu juga pembangunan IPAL di Bontang Kuala dan IPAL Berbas Pantai.  Sedangkan di Samarinda juga dibangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Lingai Samarinda Utara dengan kapasitas 200 liter perdetik yang telah diresmikan Gubernur pada Februari 2013.
Dijelaskan, memperbaiki kualitas sanitasi permukiman sekaligus mengejar ketertinggalan pembangunan terkait soal sanitasi, Pemerintah Indonesia telah menyusun suatu Road Map atau Peta Jalan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) untuk 2010 -2014.  
Program tersebut menargetkan tiga hal yang harus dicapai, yakni Stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan, baik di perkotaan maupun pedesaan. Perbaikan pengelolaan persampahan dan penanganan sampah yang berwawasan lingkungan serta pengurangan genangan di sejumlah kota dan kawasan.
"Kaltim sudah melaksanakan program PPSP sejak 2010 dan sudah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) yang difungsikan sebagai forum komunikasi dan koordinasi intensif, " kata Salman.
Sementara itu, kegiatan PPSP pada 2013 antara lain tujuh kabupaten/kota yang sudah mengimplementasikan program tersebut, adalah Kota Samarinda, Balikpapan, Bontang, Tarakan, Berau, Paser, dan Kutai Timur.
Sedangkan dua kabupaten lain, dalam tahap penyusunan (Memorandum Program Sektor Sanitasi (MPSS), yaitu Kabupaten Bulungan dan Tana Tidung serta empat  Kabupaten yang menyusun  Buku Putih Sanitasi (BPS) dan  Setragi Sanitasi Kota (SSK), yakni  Nunukan, Kutai Barat, Malinau dan Penajam Paser Utara (PPU). Diharapkan pada 2014 seluruh kabupaten/kota telah mengimplementasikan progam PPSP dengan baik.
Permasalahan sanitasi permukiman di Indonesia umumnya dapat terlihat dari masih rendahnya kualitas dan tingkat pelayanan sanitasi baik di perkotaan maupun di perdesaan.
Mengatasi masalah tersebut diperlukan terobosan, berupa strategi dan program pembangunan komprehensif, terintegrasi, jangka panjang dan melibatkan berbagai pihak.
Strategi ini juga harus diikuti komitmen dan kerja keras semua pihak, baik soal pendanaan, penguatan kelembagaan dan SDM, penegakan peraturan, pemilihan teknologi sanitasi dan peningkatan partisipasi dunia usaha serta masyarakat. (kiky/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation