Pretasi, Bukti Keberhasilan Pembangunan

* Gubernur Jawab Pertanyaan Fraksi DPRD Kaltim

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan jawaban atas pertanyaan melalui Pandangan Umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban APBD dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun 2012, oleh Fraksi-Fraksi DPRD Kaltim pada Rapat Paripurna ke-13 di Gedung DPRD Kaltim, Jumat (31/5).

Awang memberikan ucapan terima kasih kepada Fraksi-Fraksi di DPRD Kaltim yang memberikan perhatian atas penyampaian Laporan Pertanggungjawaban APBD Kaltim Tahun Anggaran 2012 pada tanggal 23 Mei lalu.

Jawaban diberikan atas pertanyaan dari Partai Golkar, PDI Perjuangan, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fraksi Partai Amanat Rakyat, Fraksi Partai Hanura-Partai Damai Sejahtera dan Partai Patriot Bintang Reformasi.

Pertanyaan yang banyak disampaikan diantaranya masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan dan jembatan, pengelolaan keuangan, masalah Silpa, pengelolaan keuangan, program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI), kinerja perpajakan, kinerja pemerintah, perkembangan food estate dan rice estate, kemiskinan, penyelesaian tapal batas, masalah Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi  dan lain-lain.

"Beberapa keberhasilan pembangunan kita capai, begitu juga prestasi yang didapatkan oleh Kaltim. Itu sebagai bukti bahwa pembangunan telah berhasil," ujarnya.

Awang Faroek juga memberikan apresiasi atas perhatian seluruh fraksi di DPRD Kaltim yang memberikan perhatian  khusus pada  percepatan penyelesaian pembangunan tiga bandara di perbatasan dan Bandara Samarinda Baru sebagai jembatan transportasi udara di Kaltim.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kaltim terus berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan. Pelaksanaan program-program terkait penanggulangan kemiskinan di Kaltim tidak hanya dilakukan di daerah perkotaan tetapi juga hingga ke perdesaan.

"Berbagai program kegiatan tersebut menunjukan kinerja yang cukup baik yang ditunjukkan adanya penurunan angka kemiskinan dari tahun 2009-2012 sebesar rata-rata 0,07% di perkotaan dan 0,95% di daerah perdesaan," jelas Awang.

Untuk masalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dijelaskan bahwa  telah banyak kemajuan yang diperoleh Pemerintah Provinsi Kaltim pada tahun 2009 hingga tahun 2013. Dalam proses penetapan RTRW Provinsi yang sudah mengalami proses panjang dari tahun 2004.

"Saat ini tinggal menunggu tahapan akhir pada proses penetapan. Dari 14 Kabupaten/Kota seluruhnya telah mendapatkan persetujuan substansi oleh Menteri PU bahkan lima Kabupaten/kota yang sudah mendapatkan perda," ujarnya.

Pada rapat Paripurna ke-13, Gubernur Kaltim didampingi oleh sejumlah Kepala SKPD dilingkungan Pemprov Kaltim. Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yahya Anja dan dilaksanakan terbuka untuk umum yang dihadiri oleh komponen masyarakat dan beberapa organisasi lainnya.(yul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation