Prioritas Beasiswa Tenaga Kesehatan Daerah Pedalaman

 

SAMARINDA – Para kepala daerah khususnya bupati yang memiliki daerah terpencil, pedalaman, kawasan terluar dan perbatasan harus memprioritaskan beasiswa tenaga kesehatan. Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada Penerimaan Kembali Lulusan Penerima Beasiswaq Kaltim Cemerlang di Samarinda Convention Hall Sempaja, Senin (30/4).

 

Menurut Gubernur, para kepala daerah khususnya bupati yang memiliki daerah terpencil, kawasan terluar, pedalaman dan perbatasan harus memberikan perhatian ketersediaan paramedic. Diprioritaskan pada pengadaan tenaga kesehatan baik dokter maupun pearawat dan bidan di daerah terpencil, tertinggal, pedalaman dan perbatasan serta terluar. “Bupati prioritaskan beasiswa diberikan kepada mahasiswa berasal dari daerah terpencil, terluar, terdepan, tertinggal dan perbatasa,” katanya.

 

Beasiswa diberkan tanpa melihat prestasinya ataupun persyaratan lainnya lanjut Awang, namun dengan catatan setelah lulus pendidikan harus kembali ke daerahnya Kaltim hingga saat ini ujarnya, masih memiliki kabupaten dengan daerah terpencil, tertinggal, pedalaman dan terluar serta perbatasan.

 

Diantaranya, Mahakam Ulu dan Berau serta Kutai Barat termasuk Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Paser serta Penajam Paser Utara. Gubernur mengungkapkan dirinya akan meresmikan rumah sakit pratama di Mahakam Ulu (Mahulu) tapi dokter gizinya belum ada. 

 

Awang berharap masyarakat khususnya mahasiswa yang berminat menjalani pendidikan di kedokteran juga keperawatan dan kebidanan dapat mengajukan diri. “Silahkan mengajukan diri dan kita akan diberikan beasiswa penuh hingga selesai pendidikan tetapi itu tadi. Setelah selesai wajib kembali ke daerahnya,” ujarnya.

 

Dijelaskan, pemprov terus mendorong daerah agar memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit pratama. “Kasihan masyarakat kita yang berada di pedalaman, daerah tertinggal, perbatasan dan terluar. Mereka masih sulit mendapatkan pelayanan kesehatan sebab keterbatasan tenaga kesehatan baik dokter, perawat maupun bidan,” jelasnya.

 

Ditegaskannya, dirinya sudah bertekad meningkatkan kualitas dan taraf kesehatan masyarakat melalui ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan baik Puskesmas 24 jam maupun rumah sakit pratama. Baginya, tidak saja sarana dan prasarana kesehatan tetapi wajib didukung ketersediaan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat dan bidan. “Kita ada program beasiswa dan bisa untuk paramedis atau tenaga kesehatan agar puskesmas dan rumah sakit pratama yang dibangun bisa optimal dimanfaatkan. Kualitas pelayanan harus semakin baik bahkan lebih baik bagi rakyat,” ungkapnya. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait