Produk Unggulan Daerah Harus Miliki Nilai Tambah

 

SAMARINDA - Peran daerah dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis sistem inovasi menjadi suatu yang penting dalam upaya meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim Prof Dwi Nugroho Hidayanto mengatakan, peningkatan daya saing merupakan salah satu agenda dalam pembangunan, dengan tujuan mewujudkan masyarakat sejahtera berkeadilan.

Perkembangan perekonomian global sangat berpengaruh terhadap esensi pembangunan ekonomi masyarakat yang mengharuskan untuk ikut serta dalam berbagai aspek pengetahuan dan inovasi ilmu pengetahuan.

"Oleh karena itu, pemanfaatan secara optimal produk unggulan daerah agar bisa memiliki nilai tambah melalui sentuhan teknologi dan pendampingan dari tim Akademisi, Bisnis, Govertment dan Comunity, (ABGC) agar mempunyai nilai pasar yang bisa  bersaing dengan daerah maupun negara lain," kata Dwi Nugroho Hidayanto di sela acara Gathering Amnesty Pajak di Pendopo Lamin Etam, Selasa (23/8) lalu.

Dwi Nugroho berharap  kepada  anggota Sistim Inovasi Daerah (SIDa)  untuk benar-benar bisa solid dalam melakukan langkah-langkah kerja yang sudah disepakati bersama. Sebab menurutnya, inilah kesempatan baik untuk berbuat bagi daerah demi kemajuan bersama,  khususnya bagaimana produk unggulan di masing-masing daerah bisa memiliki nilai tambah. 

Itu semua harus dilakukan, kata Dwi agar dapat mengejar kemajuan melalui kontribusi berbagai pihak dalam keterlibatan ABGC agar hilirisasi yang selama ini masih belum optimal dirasakan daerah bisa terus ditingkatkan,  

"Terlebih  pada  RPJMD kita sudah memberikan ruang untuk hal-hal yang sifatnya inovasi,  sehingga dengan inovasi diharapkan  produk unggulan yang ada di daerah nilainya bisa lebih tinggi dan itu tentunya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Dwi Nugroho. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait