Produksi Ayam Kaltim Surplus

SAMARINDA – Pengembangan sektor pertanian dalam arti luas khususnya di subsektor peternakan terus mengalami peningkatan secara signifikan bahkan surplus. Misalnya, produksi ayam baik ayam ras, ayam buras (bukan ras/kampung) maupun ayam ras petelur yang mencapai 49 juta ekor.
Periode 2011 untuk ayam buras sekitar 5.684.150 ekor meningkat pada 2012 menjadi 6.154.992 ekor dan diperkirakan pada 2013 meningkat lagi menjadi 6.278.092 ekor.
Sementara ayam ras pedaging pada 2012 sekitar 41.255.740 ekor dan diprediksikan meningkat pada 2013 menjadi 42.080.855 ekor. Sedangkan ayam ras petelur pada 2011 sekitar 1.342.571 ekor menjadi 1.587.496 ekor pada 2012 dan diprediksi meningkat 1.619.246 ekor pada 2013.
“Produksi ayam kita yang terdiri dari ayam ras petelur maupun ayam pedaging serta ayam kampung (buras) terus meningkat secara tajam bahkan saat ini mengalami surplus,” kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim H Dadang Sudarya.
Produksi atau populasi tertinggi ayam buras pada 2012 terdapat di Kutai Kartanegara mencapai 2.479.621 ekor dan terkecil Kabupaten Tana Tidung hanya 3.742 ekor. Ayam ras petelur Kutai Kartanegara sebesar 1.171.469 ekor dan ayam ras pedaging 10.670.925 ekor.
Sedangkan produksi daging ayam pada 2012 untuk ayam buras sekitar 6.309,5 ton diperkirakan meningkat pada 2013 sebesar 6.467,2 ton. Ayam ras petelur pada 2012 sebesar 714,4 ton diperkirakan menjadi 732,3 ton pada 2013. Ayam ras pedaging sekitar 38.244,1 ton pada 2012 menjadi 39.200,2 ton pada 2013.  
Selain itu, produksi telur juga meningkat tajam untuk ayam buras pada 2011 sekitar 3.597,4 ton menjadi 3.942,3 ton pada 2012 dan diprediksi  4.021,1 ton pada 2013. Telur ayam petelur pada 2011 sebesar 9.656,2 ton menjadi 12.239,4 ton pada 2012 dan perkiraan 2013 mencapai 12.484,2 ton.
Sehingga total produksi telur ayam yang mampu dihasilkan sejak 2011 adalah 14.439,6 ton meningkat menjadi 17.391,8 ton pada 2012 dan diperkirakan pada 2013 ini mampu diproduksi sekitar 17.739,6 ton.
“Karena produksi ayam maupun telurnya mengalami surplus maka hasilnya kita jual keluar Kaltim untuk memenuhi kebutuhan dan kecukupan ayam di daerah lain. Kami terus memacu daerah dengan pelaku usaha untuk bersama-sama mengembangkan kegiatan peternakan sehingga swasembada dapat diwujudkan,” ungkap Dadang Sudarya.(yans/hmsprov)

///FOTO : Bisnis peternakan ayam, termasuk ayam buras di Kaltim masih sangat menguntungkan meskipun produksi ayam di daerah ini sudah lebih dari cukup. Produksi ayam Kaltim juga untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.(Ist)


 

Berita Terkait