Produktifitas Hasil Panen Padi Meningkat

Terapkan Teknologi Pertanian Hingga Mekanisasi Pertanian

 

KUARO–Upaya Pemprov melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) untuk mewujudkan swasembada beras di Kaltim memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kabupaten/kota, perbankan, dunia usaha serta masyarakat petani.

Wagub Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengatakan, setelah melihat perkembangan pertanian Kaltim dalam beberapa tahun terakhir, dirinya merasa optimis Kaltim dapat mewujudkan swasembada beras. Karena, Kaltim memiliki potensi lahan pertanian yang belum dioptimalkan, selain juga didukung dengan semangat petani, penerapan teknologi pertanian ditambah dengan mekanisasi pertanian.

Sebagai contoh, penerapan teknologi pertanian padi sawah dengan sistem tanam jajar legowo 2:1 di Desa Padang Jaya, Kuaro, Kabupaten Paser. Dimana satu hektare sawah mampu menghasilkan sekitar delapan ton gabah kering giling (GKG). Jika sistem ini mampu diterapkan di beberapa daerah, maka bukan tidak mungkin produksi dan produktifitas beras Kaltim semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang.

“Jajar legowo sudah mampu meningkatkan produktifitas hasil panen petani. Namun, sekali lagi, para petani tetap harus dituntun, dengan sering memberikan penyuluhan. Tentu yang tidak kalah penting di bidang peralatan. Pemerintah  harus serius untuk turun memberikan bantuan dan penyuluhan agar petani punya semangat lebih untuk meningkatkan hasil pertanian mereka,” kata Mukmin usai Panen Raya Padi di Desa Padang Jaya, Kuaro, Paser, Jumat (5/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kaltim H Ibrahim mengatakan Kaltim mendukung penuh program pembangunan pertanian dalam arti luas yang dilaksanakan oleh kabupaten/kota. Bukan hanya untuk pangan, tetapi juga perkebunan, peternakan maupun perikanan.

Untuk itu, ujar dia, program pembangunan pertanian Pemprov dengan kabupaten/kota harus saling bersinergi, sehingga dalam pelaksanaan di lapangan tidak banyak ditemui kendala berarti. Pemprov melalui Dispertan, lanjut dia, terus memberikan bantuan alat-alat pertanian, pupuk dan bibit hortikultura untuk keperluan kabupaten/kota.

“Saat ini kita sedang mengembangkan food and rice estate di wilayah Paser, Penajam Paser Utara dan Kutai Timur. Sedangkan untuk industri pertanian dikembangkan di wilayah Kutai Kartanegara. Dengan harapan, hasil pertanian dari daerah sentra pertanian tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kaltim atau bahkan bisa dikirim ke daerah lain,” ujar Ibrahim.

Selain itu, lanjut dia, Pemprov melalui Dispertan Kaltim bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, mencoba untuk mengembangkan Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) di beberapa desa sentra pertanian padi sawah di wilayah Kabupaten Paser.

“Jika selama ini sering didengar sistem pertanian dengan integrasi, namun untuk dapat lebih meningkatkan kesejahteraan petani, kita mencoba sistem KUAT. Karena kalau sudah berbicara kawasan, berarti berbicara skala ekonomi. Jika berbicara skala ekonomi maka berbicara untung. Oleh karenanya kita gabungkan itu, agar petani bisa sejahtera dengan kegiatan bertani padi sawah yang dipadukan dengan bercocok tanam buah dan sayuran, serta beternak ikan ataupun bebek,” jelasnya.

Dengan KUAT petani diharapkan memiliki pendapatan harian (daily income) melalui panen buah dan sayuran yang bisa dilakukan setiap hari. Selain juga, ada panen mingguan, panen bulanan dan panen raya. (her/sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation