Program CSR Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Operasional perusahaan perminyakan. Sayang, masih banyak warga miskin di sekitar operasional perusahaan yang setiap tahun terus mengekploitasi miliaran bahkan triliunan rupiah dari perut bumi Kalimantan Timur. (DOK/HUMASPROV)

 

SAMARINDA – Penyaluran dana perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR) selayaknya diarahkan kepada program pengembangan ekonomi masyarakat. “CSR itu tidak lagi hanya membangun jalan atau sarana umum lainnya. Tetapi selayaknya untuk mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Jumat (12/1).

 

Menurut dia, banyak kegiatan perusahaan terkait program sosial dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang diselaraskan dengan  program pemerintah. Karenanya, dirinya meminta dana dan program CSR bisa diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan. Awang mengakui masih banyak perusahaan yang tidak peduli dengan kondisi lingkungan dan perekonomian masyarakat sekitarnya.

 

Buktinya lanjut gubernur, ada perusahaan minyak dan gas besar termasuk batu bara  beroperasi tetapi banyak masyarakat sekitarya masih menerima bantuan sosial. Padahal ujarnya, banyak program pemerintah yang dapat disinergikan dengan program CSR perusahaan dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat.

 

Misalnya, potensi sekitar adalah perikanan maka masyarakat sekitar perusahaan dibina dan ditingkatkan keterampilannya terkait pengelolaan dan pengolahan hasil perikanan. Selain itu, potensi pertanian baik tanaman pangan seperti padi dan jagung maupun peternakan serta perkebunan.

 

“Dana CSR harus dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi kerakyatan, sehingga masyarakat bisa mengembangkan dirinya dan mandiri dengan mengoptimalkan potensi sekitarnya,” jelas Awang. Gubernur menegaskan pengentasan kemiskinan dan pengangguran bukan semata tugas pemerintah tetapi juga pihak swasta (perusahaan) melalui pemanfaatan dana CSR. (yans/sul/humasprov) 

 

Berita Terkait
Government Public Relation