Program Dua Juta Ekor Sapi Bukan Hayalan

Gubernur sambangi peternak Tenggarong Seberang

 

EMBALUT-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan, program pengembangan dua juta ekor sapi di Kaltim bukan sekedar hayalan. Program ini telah menjadi agenda dalam rencana aksi pembangunan 2013-2018 Provinsi Kaltim, termasuk Provinsi Kaltara.  

Dukungan program ini antara lain memanfaatkan alokasi APBN, APBD, serta dana kredit yang disiapkan melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim dengan jumlah sapi sebanyak 250.000 ekor.  

“Melalui program dana kredit tersebut, para peternak bisa memanfaatkannya. Dari  250.000 ekor yang disiapkan dalam program ini bisa digunakan untuk pembibitan dan penggemukan. Kredit tersebut disebut dengan Kredit Ternak Sejahtera. Dengan tekad kita bersama, saya yakin dua juta ekor sapi  dalam lima tahun ke depan pasti bisa kita capai. Ini bukan program hayalan,” tegas Awang Faroek Ishak saat melakukan silaturrahim bersama para peternak di Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Selasa (24/6).

Gubernur mengingatkan, melalui program yang disiapkan BPD Kaltim ini, kelompok tani diharapkan tidak ragu mengambil kredit. Masyarakat akan mendapat dukungan dari PT Jamkrida, lembaga yang dibentuk oleh Pemprov Kaltim, sekaligus memberikan jaminan kredit bagi para peternak.

Selain BPD Kaltim, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kaltim juga menyiapkan pinjaman kredit peternakan dengan jumlah sapi yang disiapkan sebanyak 150.000 ekor dengan suku bunga yang murah, sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik.

Selain itu, untuk menyukseskan program tersebut, pemerintah daerah menginstruksikan kepada seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit, agar menyiapkan setiap hektar lahan ada 3 ekor sapi yang dipelihara. Program ini merupakan integrasi antara peternakan sapi dan perkebunan sawit.

“Jika mereka memiliki 20.000 hektar lahan sawit, jika dikali 3 ekor sapi perhektar, tentu jumlahnya akan sangat besar. Sebab itu, dukungan perusahaan tentu sangat diharapkan,"  tegas Awang. 

Dalam kunjungannya kali ini, Gubernur Awang Faroek Ishak mengaku bangga terhadap kinerja PT Kitadin, khususnya dalam hal pemanfaatan lahan eks tambang. Lahan eks tambang batu bara yang telah direklamasi diolah menjadi kawasan peternakan bagi masyarakat sekitar perusahaan.

Kekaguman gubernur juga terlihat ketika menyaksikan integrasi perkebunan, pertanian dan perikanan di kawasan eks tambang tersebut. 

“Program-program yang dikembangkan di sini sangat mendukung upaya mencapai swa sembada pangan dan daging di Kaltim. Kepedulian dan tanggung jawab perusahaan seperti inilah yang kita harapkan,” tegas gubernur lagi.

Sebab itu, gubernur berharap bukan hanya Kitadin yang melakukan program tersebut, tetapi semua perusahaan tambang batu bara dan perkebunan bisa melaksanakan program pengembangan serupa di lahan eks tambang mereka.

Lahan eks tambang dapat dimanfaatkan untuk komoditi lahan perkebunan sawit dan coklat, peternakan hingga pembibitan. “Yang jelas untuk menyukseskan semua itu, masyarakat harus didukung. Caranya, dengan dibantu pemerintah, karena alokasi anggaran di BPD Kaltim untuk kredit ternak sejahtera dan sawit sejahtera sebanyak Rp1,7 triliun. Karena itu, masyarakat jangan takut mengambil kredit,” kunci gubernur.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara  tepatnya di lokasi eks tambang PT Kitadin, populasi sapi yang dibudidayakan mencapai 600 ekor.

“Sampai saat ini populasi tersebut terus berkembang. Karena lahan eks tambang batu bara memiliki potensi yang besar, setelah direklamasi dan direvegetasi,” jelas Dadang. 

Sementara itu, AVP CC,CD, CSR PT Kitadin Tri Harjono mengungkapkan saat ini PT Kitadin memiliki lahan eks tambang yang telah tereklamasi dan terevegetasi mencapai 600 hektar dan yang telah dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan dan perkebunan oleh masyarakat mencapai 300 hektar.

“300 hektar tersebut terbagi di 3 desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, yakni Desa Kerta Buana, Embalut dan Desa Bangun Rejo. Melalui program pengembangan peternakan dan perkebunan yang dilakukan pemerintah, kami berharap masyarakat di lokasi PT Kitadin dapat bersama-sama maju dengan perusahaan. Karena itu, masyarakat harus kami berdayakan, sehingga kesejahteraan mereka meningkat,” jelasnya. (jay/sul/hmsprov)

Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak (topi putih) bersama peternak sapi dan manajemen PT Kitadin di areal eks tambang yang dikelola jadi peternakan sapi. (fajar/humasprov)

Berita Terkait