Program Kaltim Hijau Komitmen Pembangunan Berwawasan Lingkungan

SAMARINDA - Pemprov Kaltim (Kaltim Green) bersama seluruh elemen masyarakat  mendeklarasikan program Kaltim Hijau pada 7 Januari 2010. Program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dan masyarakat Kaltim untuk melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.   
"Melalui gerakan One Man Five Trees (Omfit) hingga  31 Januari 2013 berhasil ditanam 128 juta pohon. Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak," kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, belum lama ini.    
Disebutkan, kampanye Kaltim Hijau tidak saja menanam pohon untuk reboisasi tetapi juga turut menjaga serta melestarikan keanekaragaman hayati didalamnya. Upaya itu sekaligus mengurangi emisi gas buang atau karbon yang semua dimaksudkan untuk keberlanjutan pembangunan dan kelestarian lingkungan.  
"Kaltim Hijau akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh dan seimbang baik ekonomi, sosial, budaya dan kualitas lingkungan hidup. Serta mengurangi ancaman bencana ekologi, yakni banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan di seluruh Kaltim," ujarnya.  
Selain itu, program tersebut juga untuk meningkatkan pengetahuan dan melembanggakan kesadaran seluruh kalangan tentang pentingnya pelestarian sumber daya alam terbaharui serta pemanfaatan secara bijak sumber daya alam (SDA) yang tidak terbaharui.  
Program Kaltim Hijau juga berhasil mangrove yang telah mengalami kerusakan seluas 329.579 pada 2008. Setelah diperbaiki dengan penanaman dan pemeliharaan, padaa 2011 kerusakan mangove menurun menjadi 178.202 ha.  
"Selain itu juga dilakukan pemantauan dan pengawasan pada terumbu karang di lima kabupaten/kota. Kerusakan padang lamun dan terumbu karang disebabkan oleh tindakan bom ikan dan sedimentasi pada tubuh air,” ujar Awang.(sar/hmsprov).

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menanam pohon sebagai bentuk keseriusan pemerintah dan masyarakat menyukseskan program Kaltim Green.(dok/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait
Government Public Relation