Kalimantan Timur
Program Kemanusiaan IKA Unmul Berlanjut

SAMARINDA - Program kemanusiaan yang digagas Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul) Provinsi Kaltim dilanjutkan. Awalnya, program ini dilaksanakan sejak Maret-Mei 2020.

Melihat kondisi pandemi virus corona atau Covid-19 masih terjadi, maka program ini dilanjutkan hingga tiga bulan ke depan, yakni  sejak awal Juni-Agustus 2020.

"Sesuai arahan Ketua Umum IKA Unmul yang juga Gubernur Kaltim Isran Noor. Maka, program kemanusiaan yang dilaksanakan IKA Unmul dilanjutkan hingga tiga bulan ke depan atau hingga wabah Covid-19 berakhir," kata Ketua Harian IKA Unmul Hj Meiliana usai bersilaturrahmi dengan Gubernur Isran Noor di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (9/6/2020).

Meiliana mengatakan berdasarkan arahan Ketua Umum IKA Unmul, program pendistribusian sembako maupun alat pelindung diri (APD) bagi tim medis kesehatan, warga maupun mahasiswa Unmul yang terdampak tetap dilakukan. 

Karena itu, pengumpulan barang atau bantuan dari para donatur tetap dilakukan melalui Posko IKA Unmul Peduli Covid-19 di Komplek Stadion Segiri Samarinda.

"Pelaksanaan di lapangan khususnya untuk distribusi bantuan, IKA Unmul didukung atau bekerjasama dengan BEM Unmul dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim serta BUMD Kaltim. Jadi, ada sinergitas yang dibangun IKA Unmul dalam melaksanakan program kemanusiaan ini," jelasnya.

Karena itu, setelah melaksanakan program selama tiga bulan sebelumnya, Tim Penanganan Covid-19 IKA Unmul melaporkan berbagai perkembangan maupun apa saja yang telah dilakukan untuk masyarakat terdampak kepada Ketua Umum Isran Noor.

"Alhamdulillah Ketua Umum selalu mendukung apa yang dilakukan pengurus IKA maupun tim penanganan Covid 19 yang dibentuk. Karena itu, program tetap berlanjut," jelasnya.

Sedangkan mengenai distribusi bantuan yang diberikan kepada warga maupun mahasiswa terdampak hingga saat ini sudah mencapai 2.000 paket sembako maupun APD yang telah didistribusikan.

"Untuk sembako, alhamdulillah rata-rata bisa dimanfaatkan mahasiswa maupun masyarakat selama dua minggu hingga 20 hari. Sedangkan APD didistribusikan ke rumah sakit daerah maupun puskesmas," jelasnya.(jay/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait